,

Panwaslih Kaji Pengaduan Timses Mualem dan Irwandi

TAPAKTUAN – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Selatan mulai mengkaji laporan tim sukses (Timses) pasangan calon gubernur/wakil gubernur H Muzakkir Manaf-TA Khalid dan laporan timses pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah.

Kedua kubu sama-sama membuat laporan ke Panwasli usai bentrok di Trumon yang berujung pada pembakaran Alat Peraga Kampanye (APK) kedua belah pihak. Bila memenuhi unsur akan dilanjutkan ke Pokja Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

“Pengaduan tim pemenangan Muzakir Manaf – TA Khalid disampaikan Kamis 12 Januari 2017 kemarin dan dilanjutkan laporan pengaduan dari tim pemenangan Irwandi – Nova pada hari ini,” kata Ketua Panwaslih Aceh Selatan, Safli Alian kepada wartawan di Tapaktuan, Jumat 13 Januari 2017.

Menurutnya, Timses pasangan Muzakkir Manaf-TA Khalid melaporkan lima dugaan perusakan dan pembakaran APK yang diduga dilakukan tim pemenangan Irwandi – Nova. Ke lima titik tersebut masing – masing terdapat di Kecamatan Trumon Timur, Trumon Tengah, Trumon, Bakongan Timur dan Bakongan.

Sedangkan laporan pengaduan yang disampaikan tim pemenangan Irwandi – Nova pada Jumat 13 Januari 2017 terdiri dari dua kasus. Kasus pertama adalah dugaan percobaan tindak kekerasan terhadap salah seorang tim sukses Irwandi – Nova Kecamatan Trumon yang diduga dilakukan tim sukses Muzakir Manaf – TA Khalid di perbatasan Desa Teupin Tinggi dengan Bulohseuma, Kecamatan Trumon pada Senin 9 Januari 2017.

Kemudian kasus kedua terkait penyerangan disertai perusakan dan pembakaran APK di Posko Tim Pemenangan Irwandi – Nova di Desa Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur pada Rabu 11 Januari 2017.

“Kami akan mengkaji lebih mendalam terhadap pengaduan yang disampaikan masing-masing tim pemenangan pasangan calon tersebut. Pengkajian tersebut untuk mengetahui apakah kasus itu masuk ke dalam tindak pidana pemilu atau tindak pidana umum,” jelasnya.

Setelah dilakukan pengkajian kemudian pihaknya akan menggelar rapat pleno untuk menetapkan apakah kasus tersebut layak ditingkatkan ke tahap penyelidikan dan penyidikan atau tidak.

“Jika kedua pengaduan ini dinilai layak ditingkatkan ke tahap selanjutnya, maka kami akan mengeluarkan rekomendasi untuk menyerahkan penyelesaian kasus tersebut ke Pokja Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu),” jelas Safli Alian.

Terhadap pengaduan yang telah disampaikan, sambung Safli, masing-masing pihak memiliki waktu selama 14 hari untuk melengkapi seluruh alat bukti dan keterangan para saksi. Namun jika dalam rentang waktu selama 14 hari tersebut, masing-masing pihak tidak mampu melengkapi seluruh data pendukung maka pengaduan yang telah disampaikan tersebut akan ditolak atau dihentikan.

“Meskipun ada waktu selama 14 hari, kami akan berupaya menyelesaikan persoalan ini sesegera mungkin. Dalam satu atau dua hari ke depan kami segera melakukan klarifikasi terhadap para saksi, pelapor dan terlapor. Jika langkah itu sudah selesai, maka kami segera menggelar rapat pleno,” jelasnya.[Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *