,

Pansus Pertanyakan Kualitas Jalan Elak Menuju Bandara

TAPAKTUAN – Tim Pansus IV DPRK Aceh Selatan menemukan proyek Jalan elak ke Bandar Udara T Cut Ali, Kecamatan Pasie Raja yang baru selesai dikerjakan akhir 2016 lalu, kini sudah rusak berat.

Juru Bicara Tim Pansus IV, H Ramli Jaaf mengungkapkan hal itu pada rapat Paripurna tentang LKPJ Bupati Aceh Selatan tahun 2016 di ruang sidang DPRK, Tapaktuan, Selasa, 2 Mei 2017.

“Pembangunan jalan elak Bandara T Cut Ali Kecamatan Pasie Raja tersebut terindikasi kuat bermasalah. Hal itu terlihat jelas pada beberapa hasil pembangunan yang kondisinya sekarang ini sudah hancur-hancuran meskipun proyek itu baru selesai dikerjakan pada akhir tahun 2016 lalu,” kata H Ramli Jaaf.

Legislator dari Partai Demokrat ini menyatakan, beberapa item pekerjaan proyek yang kondisinya sudah hancur-hancuran tersebut diantaranya adalah pembangunan talud di kiri kanan badan jalan elak menuju Bandara T Cut Ali sudah patah dan tumbang.

Kemudian yang anehnya lagi, lanjut H Ramli, setiap pekerjaan pembangunan talud di sisi kiri dan kanan badan jalan justru tidak diikut sertakan dengan kegiatan penimbunan tanah. Akibatnya kondisi sekarang ini disamping talud tersebut terjadi pengikisan tanah cukup parah saat air hujan meluap sehingga memudahkan bangunan talud tersebut roboh atau patah.

Disamping itu, kata H Ramli, tim Pansus IV DPRK Aceh Selatan juga menemukan kasus pelaksanaan pekerjaan pengerasan timbunan pilihan badan jalan dimaksud yang sama sekali tidak sempurna baik secara kualitas maupun secara kuantitas.

Selain menyoroti proyek jalan elak Bandara, tim Pansus IV DPRK Aceh Selatan juga mengkritisi realisasi pekerjaan proyek mulai dari Kedai Kandang sampai Pasie Meurapat, Kecamatan Kluet Selatan.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Selatan, Tuwanku Bahrumsyah sejauh ini belum berhasil dikonfirmasi. Karena ketika wartawan hendak menjumpainya di kantor, yang bersangkutan tidak berada ditempat. Demikian juga ketika dihubungi ke nomor telepon selulernya, meskipun terdengar jelas panggilan masuk namun tidak bersedia diangkat. Upaya konfirmasi dengan cara mengirim pesan singkat (SMS) juga tidak dibalas.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *