Sunday, January 19, 2020

Pansus DPRA Temukan Anggaran Ganda Pada Proyek Waih Intilis

Must Read

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga...
Avatar
Redaksi
Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

BLANGKEJEREN – Tim Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menemukan anggaran tumpang tindih alias ganda pada proyek Proyek Waih Intilis di Kabupaten Gayo Lues. Selain menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Provinsi Aceh (APBA) proyek itu juga memakai Anggaran dan Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Gayo Lues.

Lima anggota DPRA yang melakukan Pansus ke Negeri Seribu Bukit itu adalah: Buhari Selian, Aminudin, Tgk Jemarin, Yadi Hasan, dan H Syeh Ahmadi. Mereka melakukan pemantauan hamper ke semua proyek yang di danai oleh APBD di daerah tersebut.

Salah seorang anggota Pansus, Aminudin menjelaskan, banyak program pembangunan dilakukan tanpa koordinasi antara pihak provinsi dengan kabupaten, sehingga kemudian menimbulkan masalah. Pihaknya akan melaporkan sejumlah temuan di lapangan kepada Gubenur Aceh dan Polda, salah satunya adalah proyek Waih Intilis di Kecamatan Blangjeranggo yang angganya tumpang tindih.

“Proyek Waih Intilis ini tidak pernah menjadi kenyataan untuk mencetak sawah baru, padahal pembangunannya dimulai sejak tahun 2008 hingga sekarang, setiap tahun dianggarakan miliaran rupiah, tapi hasilnya tidak pernah ada, Imtek bendunganya saja rata dengan air, dan pipa yang dibangun tidak ada penyangga. Di kecamatan Tripe Jaya juga ada temuan kami, yaitu proyek di Titi Pasir, kejadianya nyaris sama, pemindahan proyek ke lokasi lain,” ungkapnya.

Tim Pansus DPRA sangat yakin ada kerugian keuangan negara peda proyek pembangunan bendungan dan bronjong di Waih Intilis tersebut. Untuk membuktikan hal tersebut, pihaknya akan minta Polda Aceh turun ke lapangan melakukan penyelidikan.

Sementara itu tim Pansus lainnya, Yadi Hasan menyorot lemahnya pengawasaan proyek yang sumber anggaranya dari Otsus. “Dulu dana Otsus ditarik ke provinsi lantaran penggunaanya di Kabupaten tidak tepat sasaran, tapi setelah dana Otsus dikelola oleh Provinsi Aceh malah bertambah parah, dan kami akan terus memperjuangkan agar dana Otsus dikembalikan lagi ke daerah,” katanya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan keuangan Negara Rp 258.656.349 sudah...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhanas). Politisi...

GTA Terobos Jalur Ekstrem Lesten-Pulo Tiga

BLANGKEJEREN - Tim Blutax's Jimny off Road 4x4 Gayo Lues bersama tim Gayo Trail Adventure (GTA) berhasil menerobos jalur ekstrem di lintasan...

Menikmati Pesona Lhok Gob di Belantara Pidie Jaya

Pesona sungai Lhok Gob yang membelah belantara Pidie Jaya di Gampong Kumba, Bandar Dua, sungguh sangat memanjakan mata. Wisata alam yang asri dan menenangkan...
- Advertisement -

Baca juga...