,

Panitia Musprov KADIN Aceh Audiensi dengan Plt Gubernur

BANDA ACEH – Panitia Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh, bersama beberapa pengurus, Sabtu, 22 September 2018 melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah Meuligoe Wakil Gubernur Aceh, di kawasan Blang Padang, Kota Banda Aceh.

Mereka yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ketua Umum KADIN Aceh H Firmandez selaku penanggung jawab, T Suaiman Badan selaku Ketua SC dan Fachrizal Murphy selaku Ketua OC bersama pengurus KADIN Aceh.

Dalam pertemuan itu Panitia Musprov melaporkan kepada Plt Gubernur Aceh tentang kesiapan Musprov KADIN dan berharap dukungan pemerintah Aceh untuk kesuksesan suksesi kepengurusan KADIN Aceh ke depan.

Panitia Musprov juga sudah melaporkan secara resmi terkait persiapan dan pelaksaan Musprov ke KADIN Indonesia, serta telah menyurati semua KADIN kabupaten/kota di Aceh untuk berpartisiasi aktif dalam agenda tersebut.

Menanggapi hal itu Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menegaskan, Pemerintah Aceh akan selalu mendukung setiap kegiatan KADIN dan pembangunan dunia usaha di Aceh, demi Aceh yang lebih baik.

Nova Iriansyah juga berharap KADIN Aceh untuk terus menjadi mitra Pemerintah Aceh dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya dunia usaha dan investasi di Aceh.

“Saya berharap suksesi kepemimpinan di KADIN Aceh bisa berjalan mulus melalui Musprov ini, biar panitia bekerja sesuai agendanya, tak ada intervensi apa lagi titip-titipan, saya tak mau melakukan itu,” tegas Nova Iriansyah.

Nova Iriansyah melanjutkan, dirinya juga merupakan bagia dari keluarga besar KADIN Aceh. Sebelum menjadi anggota DPR RI dirinya merupakan pengurus KADIN Aceh yang dipercayakan menjabat sebagai Wakil Ketua KADIN Aceh Bidang Jasa Konstruksi.

Saat menjabat sebagai Wakil Ketua KADIN Aceh Bidang Jasa Konstruksi, Nova Iriansyah bersama Ketua Umum KADIN Aceh H Firmandez dan beberapa pengurus KADIN Aceh berhasil menggelar Konggres Saudagar Aceh, saat itu Nova Iriansyah menjabat sebagai Ketua SC Panitia Konggres.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KADIN Aceh yang akan demisioner, H Firmandez menjelaskan, persiapan Musprov KADIN Aceh sudah berjalan dengan baik, bahkan rapat pemilihan ketua pelaksana sudah digelar. Ketua OC dan SC telah terpilih, yakni Fachrizal Murphy dan T Sulaiman Badai.

“Bagi saya tak ada kepentingan lain selain mengharapkan suksesi kepengurusan KADIN Aceh ini berjalan dengan baik. Saya ingin penyerahan tongkat estafed dan regenerasi di KADIN Aceh berjalan dengan baik. Sama dengan apa yang disampaikan Pak Plt Gubernur tadi, saya juga sudah sejak dulu menegaskan tidak ada titip-titipan, tidak ada putra mahkota dalam Musprov KADIN Aceh,” tegasnya.

Selain itu, H Firmandez yang sudah 15 tahun menahkodai KADIN Aceh menjelaskan, panitia juga sudah melaporkan Musprov KADIN Aceh ke KADIN Indonesia dan sudah menyurati seluruh KADIN kabupeta/kota di Aceh.

“Biarkan panitia Musprov bekerja, jangan ada intervensi, yang penting sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Siapa pun bisa menjadi Ketua KADIN Aceh selanjutnya, yang penting punya dedikasi, loyal terhadap organisasi, serta mampu bekerja sama dengan semua pihak,” tegas H Firmandez.

H Firmandez juga berharap kemitraan KADIN Aceh dengan Pemerintah Aceh bisa terus berlangsung untuk pembangunan daerah dan iklim dunia usaha yang baik di Aceh. Dukungan dari pemerintah Aceh sangat penting untuk membangun dunia usaha dan memberdayakan pengusaha daerah.

“Kemitraan ini harus berjalan terus, Pemerintah Aceh harus berpihak kepada pengusaha daerah, baik melalui regulasi maupun berbagai kebijakan. Karena Pemerintah Aceh periode sebelumnya kurang paham tentang kedudukan KADIN. Kita berharap ke depan jadi lebih baik,” harap H Firmandez.

H Firmandez menambahkan, saat pertama dirinya menjabat sebagai Ketua Umum KADIN Aceh, kondisi dunia usaha di Aceh berada pada titik nadir, bahkan KADIN Aceh tak punya kantor yang representatif. Hal tersebut diperparah lagi dengan musibah gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004, sehingga dunia usaha di Aceh benar-benar terpuruk.

“Alhamdulillah atas perjuangan kita bersama sekarang KADIN Aceh sudah punya Balai Saudagar Aceh sebagai kantor berlantai enam, lengkap dengan lift, genset, serta basement parkir di lantai dasar,” jelas H Firmandez.

Di awal-awal periode pertama kepemimpinannya pula kata H Firmandez, dunia usaha di Aceh stagnan, dengan jumlah kredit macet pengusaha yang luar biasa. Konflik Aceh dan musibah tsunami membuat upaya untuk membangkitkan dunia usaha di Aceh sangat berat.

“Makanya kita gelar Konggres Saudagar Aceh, kita undang Wakil Presiden Jusuf Kala untuk membuka acara. Di sana kita upaya-upaya untuk membangkitkan ekonomi dan dunia usaha Aceh yang terpuruk,” lanjut H Firmandez.

Pada saat itu kata H Firmandez, bank tidak ada yang mau mengucurkan kredit ke Aceh, karena dunia usaha yang tidak jalan, dan kredit macet yang sudah menumpuk. Akhirnya, H Firmandez meminta kepada pemerintah melalui Wapres Jusuf Kala untuk mereskedul penyelesaian kredit macet pengusaha di Aceh, serta meminta bank untuk kembali mengucurkan kreditnya di Aceh.

“Alhamdulliah atas bantuan Wapres Jusuf Kala dan Direktur Bank Indonesia saat itu Bu Miranda Gultom, pengusaha Aceh bisa memperoleh kredit kembali dan kredit yang menunggak penyelesaiannya direskedul. Dan sekarang hasilnya kita nikmati bersama, dunia usaha di Aceh sudah bergeliat kembali,” ujar H Firmandez.

H Firmandez berharap apa yang telah dilakukan selama 15 tahun kepemimpinannya di KADIN Aceh bisa diteruskan oleh siapa saja yang nanti terpilih menjadi Ketua KADIN Aceh yang baru. “Silahkan bermusprov, saya berharap penyerahan estafed kepemimpinan dan regenerasi di KADIN Aceh bisa berjalan dengan baik,” harap H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *