,

OKI Diminta Bentuk Tim Pencari Fakta Tragedi Rohingya

TEHERAN – Tragedi kemanusian yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar kembali menjadi pembicaraan dalam rapat Executive Commit eke-38 Uni Parlemen Negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Tehran, Iran pada 7 dan 8 Oktober 2017.

Delegasi Indonesia dalam rapat The 38th Meeting of the Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) Executive Committee tersebut, H Firmandez mengharapkan negara-negara PUIC memberikan dukungan solidaritas kepada muslim Rohingya yang terzalimi di Myanmar.

Indonesia mengusulkan agar PUIC membentuk tim pencari fakta guna menemukan solusi yang tepat bagi penyelesaian kasus kemanusiaan yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar.

“Kita tidak henti-hentinya menyuarakan persoalan yang dihadapi muslim Rohingya di Myanmar. Negara-negara Islam di dunia harus melihat ini sebagai pelanggaran HAM berat, bukan masalah regional semata, tapi masalah muslim dunia. Bukanlah muslim itu seperti satu tubuh, satu bagian yang sakit, yang lainnya ikut merasakan,” ujar anggota DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 tersebut.

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parleman (BKSAP) DPR RI ini melanjutkan, Indonesia juga sudah pernah mengajukan resolusi penyelesaian kasus kemanusian yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar pada forum ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) ke-38 di Manila, Filipina pada 15 September 2017 lalu. Hal yang sama juga pernah disampaikan BKSAP pada World Parliamentary Forum on Sustainable Development yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, 6-7 September 2017.

“Kita berharap krisis kemanusiaan di Rohingya ini menjadi perhatian dunia. Bagaiman pun harus ada resolusi konkrit untuk membantu penyelesaian krisis di Arakan tersebut,” harap H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *