,

Objek Wisata Makan Korban, Pemerintah Diminta Buat Pengaman

TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan diminta untuk membangun pagar pengaman dan menempatkan petugas di lokasi objek wisata Tapak Tuan Tapa. Pasalnya, setiap tahun ada pengunjung yang jatuh dan terseret arus hingga meninggal.

Baru-baru ini tujuh wisatawan asal Suelimuem, Aceh Besar jatuh dan terseret arus saat selfi di objek wisata tersebut, salah satunya meninggal dunia. Permintaan itu disampaikan Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, Mayfendri, Senin, 16 Mei 2016.

“Pemerintah jangan hanya berdiam diri menyikapi persoalan yang sudah sangat meresahkan masyarakat tersebut. Seolah-olah membiarkan terus bertambah jatuh korban jiwa tanpa ada solusi konkrit untuk mengantisipasinya,” kritik Mayfendri.

Berdasarkan catatan pihaknya, hampir saban tahun di lokasi objek wisata Tapak Tuan Tapa tersebut jatuh korban. Misalnya pada tahun 2013 mencapai dua wisatawan lokal meninggal dunia dan beberapa lainnya luka-luka akibat disapu ombak laut. Kemudian pada tahun 2014 kembali terulang lagi dengan korban tewas sebanyak satu orang.

Sementara, pada tahun 2015 meskipun tidak ada korban tewas namun sedikitnya ada beberapa wisatawan lokal yang berkunjung ke lokasi objek wisata tersebut mengalami luka-luka dan trauma berat akibat diseret arus laut namun beruntung bisa diselamatkan.

Menurutnya, musibah yang merenggut korban jiwa kembali terulang pada tahun 2016 ini yakni sebanyak tujuh wisatawan lokal asal Kecamatan Seulimum, Aceh Besar terseret arus setelah dihempas ombak saat sedang asyik berfoto selfi. Dari tujuh korban tersebut, sebanyak enam orang diantaranya berhasil menyelamatkan diri sementara satu orang diantaranya yakni bernama Azhari (32) hilang ditelan ombak, sehari kemudian ditemukan sudah tak bernyawa.

“Dari rentetan kasus yang terjadi sejak beberapa tahun lalu, sudah sewajarnya Pemkab Aceh Selatan mengambil kebijakan serius untuk mengatur sistem atau mekanisme kunjungan wisatawan ke objek wisata tersebut. Jangan sampai terus bertambah jatuh korban jiwa,” himbuanya.

Mayfendri juga menginformasikan bahwa setelah dilakukan proses pencarian dengan melibatkan petugas Satgas SAR, petugas KPLP Unit Pengelola Pelabuhan Kelas III Tapaktuan dan relawan RAPI sejak Minggu, 15 Mei 2016 akhirnya pada Senin, 16 Mei 2016 sekitar pukul 10.30 WIB mayat korban bernama Azhari (32) ditemukan terapung yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi objek wisata Tapak Tuan Tapa lokasi korban bersama enam rekannya yang lain terseret arus laut.

“Korban hilang bernama Azhari sudah ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB dalam kondisi terapung di atas permukaan laut sekitar 100 meter dari objek wisata Tapak Tuan Tapa dalam keadaan sudah tewas. Kondisi jenazah masih utuh namun di beberapa bagian tubuhnya terlihat luka-luka mengeluarkan darah yang diperkirakan terkena hantaman karang di dasar laut,” jelasnya. [HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *