, ,

Nyuluh Lompong Budaya Gayo Berbalut Romantika

Banyak cara kearifan lokal dalam menjodohkan muda-mudi di Gayo Lues, nyuluh lompong salah satunya. Nyuluh lompong bermakna mencari belalang. Biasanya digelar malam hari usai panen padi di sawah, sekitar pukul 20.00 hingga 00.00 WIB dini hari.

Tradisi ini bermula dari banyaknya belalang di sawah. Pagi hari petani memanen padi dan merontokkan padi dari tangkainya dengan cara menginjak. Orang Gayo Lues menyebutnya njik.

Malamnya, muda-mudi akan turun ke sawah membawa senter dan obor, mencari belalang. Dilakukan malam karena belalang mudah ditangkap, tidak terbang liar seperti siang hari.

Mukhlis, warga Penosan, Blangjerango, Gayo Lues, Kamis, 12 Mei 2016 menceritakan, budaya mencari belalang ini erat kaitannya dengan masalah percintaan dan perjodohan.

“Zaman dahulu usai panen padi di sawah, gadis dari desa lain diundang dan dikenalkan dengan pemuda setempat saat mencari mencari belalang. Bila keduanya cocok, maka usai panen bisa jadi dilangsungkan pernikahan,” jelasnya.

Mukhlis melanjutkan, biasanya, belalang yang dicari ramai-ramai itu dimasukkan dalam botol, lalu dikumpulkan. Bila sudah merasa cukup, mereka akan kembali ke lumbung padi. Para pria melanjutan merontokkan padi dari tangkainya, sementara para gadis memasak belalang di dapur, untuk kemudian dimakan bersama-sama.

Namun, lanjut Mukhlis, belakangag ini budaya nyuluh lompong sudah jarang digelar. Kalau pun ada yang mencari belalang di sawah pada malam hari, itu hanya orang-orang yang gemar makan belalang, karena selain gurih juga mengandung banyak protein.

“Kalau di daerah Penosan ini masih ada warga yang mencari belalang malam hari, tapi itu dilakukan oleh anak-anak SD bersama-sama, kemudian dimasaknya dan dimakan bersama-sama. Kalau soal romantikan seperti masa lalu itu sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.

Memasak belalang bukanlah perkara mudah, jika tidak pandai orang yang memasak, bisa jadi belalang terasa asin dan tidak gurih. Mukhlis menjelaskan cara memasaknya.

“Potong bawang, cabai, dan masukan minyak goreng ke dalam kuali, kemudian masukan dulu bumbu ini, baru masukan belalangnya, setelah ditutup sekitar tiga menit, kemudian dibuka, dibalik-balik selama tiga menit lagi, setelah proses ini sudah bisa langsung dimakan. Jangan masukkan air tidak akan gurih,” jelasnya.[Win Porang]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *