,

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 0,27 Miliar Dolar AS

JAKARTA – Neraca perdagangan Indonesia Juli 2017 defisit sebesar 0,27 miliar dolar AS. Departemen Komunikasi Bank Indonesia melalui rilis No. 19/ 62 /DKom mengungkapkan, defisit disebabkan oleh menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas dan meningkatnya defisit neraca perdagangan migas.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman, Selasa, 15 Agustus 2017 menjelaskan, secara kumulatif Januari sampai Juli 2017, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus 7,39 miliar dolar AS, lebih besar dibandingkan dengan surplus di periode yang sama tahun 2016 yang sebesar 4,76 miliar dolar AS.

Neraca perdagangan nonmigas pada Juli 2017 mencatat surplus sebesar 0,33 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 1,99 miliar dolar AS.

Menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi oleh peningkatan ekspor nonmigas sebesar 2,06 miliar dolar AS (mtm), yang tidak setinggi peningkatan impor nonmigas yang sebesar 3,72 miliar dolar AS (mtm).

Peningkatan ekspor nonmigas terutama didorong oleh peningkatan ekspor lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, karet dan barang dari karet, kendaraan dan bagiannya, serta mesin-mesin/pesawat mekanik.

Sementara itu, peningkatan impor nonmigas terutama disebabkan oleh meningkatnya impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, kendaraan dan bagiannya, serta perhiasan dan permata.

Neraca perdagangan migas pada Juli 2017 mencatat defisit 0,60 miliar dolar AS, naik dari 0,32 miliar dolar AS pada Juni 2017. Peningkatan defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh peningkatan impor migas sebesar 0,18 miliar dolar AS (mtm), terutama impor minyak mentah, sedangkan ekspor migas tercatat turun sebesar 0,10 miliar dolar AS (mtm).

Bank Indonesia memandang defisit neraca perdagangan yang terjadi pada Juli 2017 tidak terlepas dari pengaruh kenaikan harga barang impor dan peningkatan kegiatan investasi domestik.

Bank Indonesia memperkirakan ke depan, kinerja neraca perdagangan akan membaik seiring prospek perbaikan pertumbuhan ekonomi dunia dan harga komoditas global yang tetap tinggi.

“Bank Indonesia terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik karena dapat memengaruhi neraca perdagangan dan kegiatan ekonomi domestik secara keseluruhan,” jelas Agusman.[HK/rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *