,

Nelayan Korban Kebakaran Akan Disediakan Rumah

TAPAKTUAN – Pemkab Aceh Selatan berencana akan membangun rumah permanen bagi 141 jiwa atau 33 Kepala Keluarga (KK) nelayan yang menjadi korban musibah kebakaran di Desa Darul Ihsan, Kecamatan Bakongan, Senin, 9 Januari 2016 yang menghanguskan 29 rumah penduduk setempat.
 
Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra di Tapaktuan, Selasa, 10 Januari 2016 mengatakan  untuk mewujudkan program tersebut, pihaknya sedang melakukan pendataan korban termasuk kerugian materil yang dialami.
 
“Karena mayoritas para korban berasal dari nelayan maka kita berencana akan membangun rumah nelayan yang akan ditempatkan di sebuah kompleks terpisah dari lokasi sekarang ini. Permohonannya akan dikirimkan ke kementerian terkait di Jakarta,” jelas Sama Indra.
 
Sama Indra mengaku, usai meninjau langsung ke lapangan, telah menghubungi pejabat di kementerian terkait melaporkan bahwa para korban musibah kebakaran di Kecamatan Bakongan tersebut mayoritasnya bekerja sebagai nelayan.
 
“Karena Pemerintah Pusat sekarang ini memang sedang memprogramkan pembangunan rumah terhadap para nelayan, maka pejabat di kementerian mengarahkan untuk mengajukan proposal bantuan secara resmi agar dapat dimasukkan dalam program APBN-P 2017,” lanjut Sama Indra.
 
Selain berencana mengusulkan bantuan rumah nelayan ke kementerian terkait, Pemkab Aceh Selatan juga berencana akan membangun barak sementara di lokasi musibah kebakaran tersebut sebagai tempat tinggal bagi warga korban yang telah hilang tempat tinggalnya.
 
“Namun sebelum pembangunan barak sementara tersebut direalisasikan, terlebih dulu kita ingin mendapat persetujuan dari para korban apakah barak tersebut bersedia ditempati atau tidak. Sebab jangan sampai setelah barak tersebut dibangun ternyata tidak ada yang menempatinya,” jelas Sama Indra.
 
Sementara itu, Camat Bakongan, Martunis mengatakan menyambut baik rencana Pemkab Aceh Selatan akan membangun rumah bagi para nelayan yang menjadi korban musibah kebakaran tersebut.
 
Namun terkait rencana akan dibangun barak sementara, Camat Martunis mengaku tidak berani menjamin apakah warga korban benar-benar akan bersedia menempatinya atau tidak. Sebab tenda pengungsian saja sementara yang telah dibangun pihaknya bersama dinas terkait sejak hari pertama kejadian sampai sekarang ini tidak ditempati oleh para korban.
 
“Sanak famili atau keluarga besar para korban kebakaran tersebut melarang mereka tinggal di tenda pengungsian. Para korban diarahkan untuk tinggal sementara di rumah-rumah saudaranya. Meskipun demikian, kami tetap mendukung untuk dibangun barak sementara tersebut, mungkin setelah beberapa hari tinggal di rumah saudaranya, para korban akan lebih memilih tinggal di barak pengungsian,” tandasnya.[Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *