,

Napi LP Blangkejeren Ditangkap Jual Ganja di Luar Penjara

BLANGKEJEREN – Seorang narapidana (Napi) kasus narkotika jenis Ganja yang diadili tahun 2015 silam kembali ditangkap pihak Kepolisian Polres Gayo Lues di desa Gele, Kecamatan Blangkejeren, Sabtu, 30 September 2017. Pasalnya napi yang divonis 12,3 tahun kurungan di Lembaga Permasyarakatan (LP) Blangkejeren itu hendak menjual ganja kepada warga di desa Gele.

Kasus narapidana LP Blangkejeren yang dibiarkan berkeliaran bukan kali ini saja, sebelumnya, seorang napi juga dibiarkan keluar dengan leluasa, namun pihak Kepolisian menangkap dan menembaknya lantaran menyimpan senjata api.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Eka Surahman, Sabtu malam mengatakan, napi pengedar ganja yang ditangkap itu bernama Ramadhan alias Tok Ita (39) warga desa Gele, Kecamatan Blangkejeren pada Sabtu pukul 16:00 WIB, Polisi mengendus pergerakan tersangka setelah ada warga yang melapor ke polisi.

“Saat ditangkap, pelaku hendak menjual satu paket ganja kepada seorang pembeli dengan berat total 22 gram, dan sebelum itu terjadi, pada pukul 15:30 WIB, kami telah menerima informasi bahwasanya tersangka akan menjual ganja, jadi langsung dilakukan penyelidikan dan penangkapan,” katanya.

Sebelum ditangkap dan dibawa ke Polres Gayo Lues, Polisi terlebih dahulu mengeledah tubuh tersangka di Desa Gele, alhasil, dari tangan napi itu ditemukan satu paket ganja kering siap pakai yang sudah dibungkus rapi, rencanaya ganja itu akan dijual kepada salah seorang pemesan.

“Kami sangat menyayangkan bahwa tersangka ini adalah narapidana yang divonis 12 tahun penjara atas kasus yang sama, tapi sudah bebas berkeliaran di luar LP,” ujarnya.

Padahal kata Kapolres, Ramadhan baru tahun 2015 silam ditangkap polisi, dan sekarang malah dia lagi yang ditangkap. Begitu juga dengan hukuman yang dijalani Ramadhan sejak divonis hingga sekarang baru berjalan 1,9 tahun dari 12 tahun vonis hakim, dan itu sangat diluar dugaan.

“Tersangka yang merupakan napi ini keluar LP Blangkejeren dengan diberikan izin oleh penjaga, tetapi izin itu tidak sesuai prosedur yang berlaku atas napi kasus narkotika,” katanya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *