Mudik Langsa – Gayo Lues Kini Hanya 7 Jam

0
576

BLANGKEJEREN – Mudik dari Gayo Lues ke Kota Langsa kini lebih singkat dari biasanya, hanya butuh waktu 7 hingga 7,5 jam saja, setelah jalan dan jembatan di daerah pedalaman negeri Seribu Bukit itu dibangun oleh pemerintah.

Usai atraksi Bejamu Serlo Asara Inggi, yakni bermain tarian saman satu malam dari satu kampung ke kampung lain, suasana Kota Blangkejeren, ibu kota Kabupaten Gayo Lues masih sepi.

Kendaraan yang berlalu lalang hanya sedikit saja, itupun orang-orang yang hendak mudik ke rumah sanak saudara yang jauh, ada yang menuju Aceh Tenggara, Aceh Tenggah, Aceh Barad Daya, hingga ada yang menembus jalur Pining-Lokop tembus ke kota Langsa.

Kamis 6 Juni 2019 pukul 07:45 Wib tepatnya, satu unit kendaraan roda empat mulai melaju menerobos hutan pinus Desa Badak, Kecamatan Blangkejeren. Jalan yang berlubang disertai ada yang amblas membuat pengemudi kewalahan menghindari jalan tanpa perawatan itu, bahkan ada badan jalan yang tertimbun tanah longsor yang belum dibersihkan.

Tetapi jalan rusak parah itu hanya sampai kedaerah Genting, Kecamatan Pining saja, selebihnya, aspal mulus yang baru dibangun Pemerintah Aceh itu terasa seperti melaju di jalan tol saja. “Tak apalah ada sebagian lubang, yang penting bisa cepat sampai ke kota Langsa,” kata Risa salah satu pemudik yang berada di atas kendaraan roda empat itu.

Jalan mulus dari daerah Genting hingga ke pusat Kecamatan Pining memang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, meskipun masih ada badan jalan rusak yang belum diperbaiki, warga di sana mengaku sangat merdeka sejak jalur Pining-Lokop dibuka dan jaringan komunikasi dibangun di pusat Kecamatan Pining.

“Alhamdulilah sudah ada jaringan Telkomsel di sini, ke Belangkejeren sudah bisa menelpon famili, dan jalan tembus Pinig-Lokop juga sudah mudah dilintasi,” kata Abu Samah warga Ekan, Kecamatan Pining.

Dari Kecamatan Pining hingga ke Perbatasan Kecamatan Lokop, Kabupaten Aceh Timur, jalan yang baru di Aspal sangat mulus, dan melintasinya sangat mudah. Keadaan ini sangat jauh berbeda dengan tahun lalu yang banyak kendaraan tidak bisa melewati tanjakan yang menikung sebelum sampai ke jembatan Aih Putih.

Sementara dari Perbatasan Pining menuju Kecamatan Lokop, jalan yang sebelumnya banyak lubang dan tertimbun longsor sudah bagus, jika pun ada lubang hanya sebagian kecil saja akibat tergerus air hujan, sebab, jalan itu sudah ditimbun pasir berbatu (sirtu) dan sudah dipadatkan pihak terkait.

Jalan yang susah dilintasi hanya dari Kecamatan Lokop menuju Kecamatan Peunaron Aceh Timur, lubang di jalan yang belum semua ditimbun membuat laju kendaraan harus pelan-pelan saja, apa lagi jam sudah menunjukan pukul 12:30 Wib, rasa laparnya mulai terasa.

Berhenti sejenak sembari makan, minum dan menunaikan ibadah shalat zuhur membuat badan terasa lega, mobilpun kembali melaju menuju Kota Langsa setelah urusan dunia dan akhirat ditunaikan. “Sudah dekat dengan jalan Medan-Banda Aceh. Itu tiang listrik besar sudah nampak,” kata Risa yang melihat jam tanganya menunjukan pukul 14:20 Wib.

Dari arah Peunaron menuju kota Langsa, kendaraanpun berbelok kanan dan melaju di jalan Nasional Banda Aceh-Medan. Dengan kecepatan sedang, tiba dikota Langsa sudah pukul 15:30 Wib. Sungguh jarak yang singkat dari Kabupaten Gayo Lues menuju kota Langsa hanya menghabiskan waktu 7,5 Jam, jarak itu jauh berbeda jika dari Gayo Lues menggunakan jalur Aceh Tengah, Bener Meriah (jalan KKA), Lhoksemawe hingga ke Kota Langsa yang menghabiskan waktu 10 sampai 12 jam lebih.

“Mudah-mudahan tahun ini Pemerintah Aceh kembali mengaspal dan memperbaiki jalan berlubang dari Gayo Lues menuju Aceh Timur, sehingga transportasi dari daerah pedalaman ke wilayah pesisir Aceh jadi lebih mudah,” harap Risa.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here