,

Mobil Sales Dibobol Kawanan Maling

TAPAKTUAN – Dua pencuri yang mengendarai sepeda motor nekat memecahkan kaca mobil pedagang (sales) barang elektronik asal Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara yang diparkir di depan sebuah rumah warga di Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, Senin, 30 Januari 2017 sekitar pukul 16.00 WIB sore.

Aksi nekad pelaku tersebut turut disaksikan oleh sejumlah warga. Pelaku yang dinilai sangat terlatih turun dari sepeda motor lalu langsung memecahkan kaca mobil korban untuk mengambil sebuah tas yang diletakkan di jok (bangku) tengah. Beruntung, uang yang berjumlah puluhan juta di dalam tas tersebut sudah lebih dulu ditransfer oleh korban ke Perusahaan tempatnya bekerja di Medan, Sumatera Utara. Sehingga kawanan maling itu hanya membawa lari tas kosong.

Nasib naas tersebut dialami Khairul (47) bersama istrinya Marianum Harahap (42) penduduk Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara dan seorang karyawannya, Dewi Surya Ningsih (28), warga Desa Bakisan, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Di sela-sela membuat pengaduan ke Polsek Sawang, Senin sore, 30 Januari 2017, Dewi Surya Ningsih mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendengar dan melihat salah seorang pelaku memecah kaca mobil Datsun BK 1123 WS yang mereka parkirkan di depan rumah konsumen.

“Aksi pelaku bagaikan secepat kilat. Secara tiba-tiba pelaku turun dari sepeda motor dan langsung memecahkan kaca mobil. Tas kerja kami yang terletak di jok tengah diambil, lalu pelaku naik kembali ke sepeda motor yang dikendarai seorang lagi temannya. Usai beraksi, pelaku melarikan diri ke arah Blangpidie,” ujar Dewi.

Menurutnya, beberapa saat pasca kejadian itu pihaknya langsung menghubungi aparat kepolisian Polsek Sawang. Namun upaya pengejaran yang langsung dilakukan pihak kepolisian saat itu tidak membuahkan hasil karena pelaku sangat cepat menghilangkan jejaknya.

Korban lainnya bernama Marianum mengungkapkan, akibat kejadian tersebut dirinya selaku pemilik mobil hanya menanggung kerugian akibat kaca mobil dipecahkan. Sedangkan tas yang dibawa lari pelaku sudah tidak lagi berisi uang karena sebelum aksi pencurian tersebut terjadi pihaknya baru saja mentransper uang ke Medan melalui BRI pembantu Lhok Bengkuang, Kota Tapaktuan.

“Uang yang berjumlah puluhan juta dalam tas tersebut baru saja kami transfer ke Medan. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke arah Sawang untuk mengutip uang cicilan dan mengecek water purifier di rumah-rumah konsumen kami,” ungkapnya.

Meskipun demikian, sambungnya, akibat tas tersebut di bawa lari pencuri, pihaknya juga dirugikan karena di dalam tas kerja tersebut berisi bon faktur, target perencanaan kerja dan alat tes ukur air bersih.

“Setidaknya akibat peristiwa pencurian ala perampokan ini juga membuat kami terkejut dan trauma. Pasalnya, wilayah Aceh Selatan yang selama ini terkesan aman-aman saja, tiba-tiba ada pencurian yang nekat di sore hari dengan memecah kaca mobil di depan orang ramai,” ujar Marianum seraya berharap kepada polisi dapat berhasil meringkus pelaku agar hal serupa tidak menimpa korban lain.

Sementara itu, Kapolsek Sawang Iptu Zulkiram yang dikonfirmasi secara terpisah memprediksikan kedua pelaku sudah mengintai dan membuntuti mobil Datsun Go Panca BK 1123 WS milik korban sejak dari Tapaktuan. Melihat mangsanya lengah, pelaku malancarkan aksinya. Tas kerja milik korban dikira perisi uang puluhan juta rupiah.

“Kasus ini terus kita selidiki dan dikembangkan serta dilakukan pengintai secara merathon. Harapan kita, masyarakat lebih waspada saat memarkir maupun meletakan barang berharga di dalam kenderaan. Sejak kejadian, personil kepolisian tidak tinggal diam. Selain mengejar pelaku, kita juga mengintai gerak gerik oknum yang mencurigakan. Sejauh ini, pelaku belum berhasil diidentifikasi,” papar Zulkiram.[Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *