Minyak Serai Wangi Tak Laku, Petani Rugi

0
784

BLANGKEJEREN – Minyak serai wangi di Kabupaten Gayo Lues tak lagi laku di pasaran, agen-agen penampung di negeri seribu bukit itu membuat pamflet berisi informasi tak membeli minyak atsiri tersebut.

Saleh salah satu petani minyak sereh wangi Blangkejeren, Rabu, 23 Januari 2018 mengatakan, saat ini ada minyak serai wanginya yang baru siap disuling, tapi lantaran tidak ada penampung yang mau membeli terpaksa dihentikannya dan mencari jalan lain untuk mendapatkan uang.

“Semua agen penampung di Gayo Lues tidak lagi membeli minyak serai wangi, bahkan ditempel pengumuman di rumah penampung itu, padahal banyak petani yang sedang panen saat ini,” katanya.

Akibat tidak lakunya minyak serai wangi, Saleh mengatakan akan banyak masyarakat Gayo Lues yang jadi pengangguran, sebab, selama ini hampir 40 persen warga Gayo Lues memiliki kebun serai wangi dan berpenghasilan dari tanaman yang tidak mengenal tempat itu.

“Kami selaku petani meminta kepada pemerintah agar memberikan solusi yang terbaik bagi petani, sehingga petani serai wangi tidak khawatir membiayai anak yang sedang kuliah, dan menghidupi keluarga,” pintanya.

Mansyur salah satu agen penampung minyak serai wangi di Kecamatan Kutepanjang membenarkan pihaknya tidak lagi menampung minyak serai wangi saat ini, salah satu alasannya adalah modal yang tidak lagi dikirim oleh agen penampung dari Medan.

“Alasan lainya karena harga tidak menentu, jadi kami tidak berani membelinya, itupun saya rasa hanya sementara saja, beberapa hari lagi saya yakin akan normal kembali,” ujarnya.

Sebelumnya kata Mansyur, harga minyak sere wangi di Gayo Lues mencapai Rp350 ribu per kg, kemudian turun mendadak menjadi Rp280 ribu per Kg, dan saat ini tidak dibeli lagi lantaran modal tidak dikirim dari Medan dan harga pasaran tidak menentu.

“Bagi petani yang sedang menyuling serai wangi silahkan saja lanjutkan, dan minyaknya agar ditampung dulu sementara, saya yakin beberapa hari kedepan sudah normal lagi, dan agen akan membelinya kembali,” ucapnya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here