,

Meukek dan Sawang Diterjang Banjir Bandang

MEUKEK – Banjir bandang menerjang sejumlah desa dalam Kecamatan Meukek dan Sawang pasca wilayah itu diguyur hujan lebat sejak Senin dan Selasa malam, 18 -19 Juli 2016. Sejumlah infrastruktur umum seperti jembatan, jalan, irigasi, tanggul, pipa PDAM serta lahan pertanian milik warga rusak. Musibah ini juga mengakibatkan beberapa rumah penduduk rusak serta ratusan lainnya terendam air setinggi 50 cm hingga 1 meter.

Camat Meukek, Abdul Latif menyebutkan, dari sejumlah desa yang terendam banjir terdapat tiga desa yang tergolong sangat parah yakni Desa Jambo Papeun, Labuhan Tarok dan Desa Lhok Aman.

“Secara keseluruhan hampir seluruh rumah penduduk di tiga desa itu terendam banjir setinggi 50 cm hingga 1 meter. Selain rumah penduduk banjir juga merendam sejumlah rumah sekolah mulai tingkat SD sampai SMP sehingga mengharuskan pihak sekolah meliburkan proses belajar mengajar sejak Selasa hingga Rabu,” jelas Abdul Latif.

Sekretaris Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Sasmin, melaporkan bahwa hantaman banjir bandang selain merendam ratusan rumah penduduk, juga telah mengakibatkan putusnya satu unit jembatan, merusak lima unit rumah penduduk dan lapangan volly termasuk tanggul pengaman sungai yang baru dibangun serta longsornya gunung di dusun Simpang Dua sehingga mengakibatkan tertimbunnya dapur rumah warga.

“Rumah warga yang rusak akibat dihantam banjir bandang masing-masing milik Nurjannah, Jailani, Kasmawati dan Kedai M Rizal serta Kedai Hadi Rani,” sebutnya.

Sementara banjir bandang yang terjadi di Desa Lhok Aman, Kecamatan Meukek, mengakibatkan beberapa rumah penduduk di Dusun Merandeh dan Dusun Padang hingga Dusun Sikabu, Desa Labuhan Tarok rusak serta puluhan lainnya terendam banjir.

“Banjir bandang yang turut serta menghanyutkan bongkahan kayu ukuran kecil dan besar juga telah menutup muara Alur To sehingga dikhawatirkan jika sewaktu-waktu terjadi banjir susulan akan sangat cepat merendam rumah penduduk karena tidak mampu dialiri lagi secara lancar di muara alur dimaksud,” kata Abdul Manaf, seorang warga setempat.

Di Kecamatan Sawang dilaporkan bahwa banjir bandang selain mengakibatkan putusnya sejumlah jembatan juga mengakibatkan puluhan hektar lahan pertanian milik warga rusak.

Data yang diperoleh dari pihak Kecamatan Sawang, sedikitnya ada enam unit jembatan yang rusak akibat dihantam banjir bandang masing-masing yakni jembatan yang menghubungkan Desa Blanggeulinggang dengan Desa Ujong Padang, jembatan Alue Paku, jembatan di Desa Mutiara dua unit, jembatan desa Trieng Meduro Tunong dan jembatan Desa Panton Luas.

Camat Sawang, Fadhli mengatakan, dari sejumlah desa yang terendam banjir bandang, khusus Desa Mutiara tergolong yang sangat parah, karena di desa tersebut selain mengakibatkan sebanyak 8 unit rumah penduduk rusak berat dan rusak ringan, juga merusak 20 hektar lahan sawah serta 7 hektar lahan Kacang Tanah yang sudah siap panen.

“Aliran sungai di Desa Mutiara juga sudah mengancam perkampungan penduduk karena jaraknya sudah sangat dekat bahkan ada beberapa rumah penduduk sudah tergurus dan dibawa arus sungai termasuk jalan perkebunan cukup banyak yang sudah tertimbun tanah longsor dan putus,” sebut Fadhli.

Terkait liburnya proses belajar mengajar disejumlah sekolah dalam Kecamatan Meukek dan Sawang diakui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Mawardi.

“Benar, beberapa sekolah mulai tingkat SD sampai SMP di Kecamatan Meukek dan Sawang terpaksa diliburkan sejak Selasa hingga Rabu, karena bangunan sekolah terendam banjir masih menyisakan tumpukan lumpur. Pihak dewan guru bersama wali murid telah menggelar gotong royong untuk membersihkan lumpur sisa banjir,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Erwiandi, menyatakan Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra telah menginstruksikan pihaknya segera melakukan langkah penanggulangan tanggup darurat sehingga bencana banjir bandang tersebut tidak mengganggu aktivitas dan perekonomian warga.

“Salah satu langkah yang telah kami lakukan adalah mengerahkan alat berat (beco) ke sejumlah titik lokasi banjir untuk melakukan pengerukan saluran yang tersumbat termasuk melakukan normalisasi sungai,” ujarnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *