,

Mesin Boat Meledak, Amarita 18 Jam Terapung di Laut

SAMADUA – Sebuah boat nelayan bermesin Robin yang dinakhodai T Amarita (30) warga Desa Gunong Cut, Kecamatan Samadua, mengalami kecelakaan yakni meledak mesin di perairan laut Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa sore, 2 Agustus 2016.

Korban yang merupakan nelayan pancing ikan menggunakan boat kecil tersebut berhasil menyelamatkan diri setelah terapung selama 18 jam lebih di laut lepas atau berjarak sekitar 25 mil laut dari bibir pantai.

Keterangan yang diterima pihak Satgas SAR Aceh Selatan, meledaknya mesin robin yang ditumpangi nelayan naas tersebut disebabkan karena kering oli mesin sehingga mengakibatkan mesin panas kemudian meledak.

Menurut Ketua Satgas SAR Aceh Selatan Mayfendri, sebelumnya T Amarita bergerak dari Samadua bersama seorang temannya warga Kecamatan Bakongan pada Selasa pagi, 2 Agustus 2016 dengan maksud hendak memancing ikan menggunakan boat kecil bermesin robin.

Saat sedang memancing ikan di perairan laut Kecamatan Bakongan secara tiba-tiba pada Selasa petang, 2 Agustus 2016 teman korban mengeluh sakit, sehingga terpaksa diantar ke TPI Bakongan untuk kembali ke rumahnya. Setelah mengantar temannya, T Amarita memutuskan kembali ke Samadua dengan menggunakan boat yang sama.

Saat sedang dalam perjalanan, secara tiba-tiba mesin boat meledak di tengah laut lepas sehingga korban tidak dapat lagi melanjutkan perjalanan pulang ke Samadua. Meledaknya mesin boat tersebut sekaligus juga mengakibatkan jebolnya lambung boat bagian bawah sehingga mengakibatkan boat tersebut secara perlahan-lahan tenggelam ke dasar laut.

Sebelum boat tenggelam, kata Mayfendri, T Amarita sempat menghubungi Panglima Laot Desa Gunong Cut menggunakan HP miliknya yang selanjutnya oleh Panglima Laot meneruskan informasi kecelakaan tersebut ke Satgas SAR di Tapaktuan.

“Saat berlangsungnya percakapan beberapa saat itu, kami sempat menyuruh korban agar mencari rumpon (unjam dalam bahasa Aceh) yang ada disekitar lokasi. Akhirnya yang bersangkutan berhasil menemukan rumpon dan selanjutnya mengikatkan dirinya di rumpon tersebut,” ujar Mayfendri.

Menindaklanjuti informasi kecelakaan di laut tersebut, tim Satgas SAR yang beranggotakan sebanyak 8 orang langsung bergerak pada Selasa (2/8) sore untuk melakukan proses pencarian menggunakan boat.

Proses pencarian yang berlangsung sejak Selasa sore hingga malam hari tidak membuahkan hasil sehingga tim penyelamat terpaksa memutuskan menghentikan proses pencarian untuk sementara.

“Proses pencarian sempat kami hentikan sementara sekitar pukul 24.00 WIB malam, karena saat kami sampai di lokasi korban meledak mesin boatnya, yang bersangkutan tidak ditemukan lagi dilokasi tersebut. Sedangkan upaya kami menghubungi korban ke HP nya juga tidak membuahkan hasil karena HP yang bersangkutan sudah mati pasca dia terjun ke dalam laut setelah boat yang dia tumpangi meledak mesin,” papar Mayfendri.

Lanjut Mayfendri, proses pencarian kembali dilanjutkan pada Rabu subuh, 3 Agustus 2016 dan setelah di sisir sekitar lokasi mesin boat meledak, akhirnya korban ditemukan di sebuah rumpon laut dalam posisi tubuhnya terikat dengan rumpon.

“Di sekitar lokasi kejadian mesin boat meledak itu, terdapat banyak rumpon sehingga mengakibatkan tim pencari mengalami kendala mendapatkan korban karena tidak tahu di rumpon mana dia berada. Setelah di sisir ke sejumlah rumpon akhirnya korban berhasil ditemukan pada Rabu, 3 Agustus 2016 sekitar pukul 05.30 WIB dan langsung dievakuasi ke TPI Lhok Bengkuang, Tapaktuan,” jelasnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *