,

Menyeruput Aroma Kopi Roasting di Pantan Cuaca

Pantan Cuaca Gayo Lues dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di dataran tinggi Gayo.

Menikmati kopi special di negeri seribu bukit tersebut akan sangat mengugah selera, apa lagi jika kopi roasting yang telah melalui proses pemanggangan secara khusus.

Ada tingkatan tertentu dalam roast (memanggang/menyangrai) biji kopi, mulai dari light roasr, medium roast, hingga dark roast. Tingkat nikmatnya akan beda-beda. Jumat, 15 Desember 2017, Wakil Bupati Gayo Lues H Said Sani bersama Muspida dan para kepala dinas dating khusus ke Pantan Cuaca untuk menikmati kopi roasting di sana. Malah, Pemkab Gayo Lues berencana untuk membangun klinik kopi di daerah tersebut.

“Aroma kopi Pantan ini memang sangat menggoda, saya sangat tertarik dan menikmati setiap seduhan, dan saya yakin, kopi ini bisa menghasilkan banyak dolar di wilayah Kabupaten Gayo Lues untuk mendokrak prekonomian warga,” kata Said Sani usai menyerumput segelas kopi.

Untuk mendukung pembangunan klinik kopi di sana, Said Sani menegaskan, pemerintah setempat akan melakukan revitalisasi kebun kopi di Pantan Cuaca. “Kalau di Kecamatan Putri Betung penghasil coklat terbaik, maka Pantan Cuaca ini penghasil kopi terbaik di Gayo Lues,” jelas Said Sani.

Pada kesempatan yang sama, Kepalas Dinas Pertanian dan Perkebunan Gayo Lues Noval menjelaskan, produksi kopi di Pantan Cuaca rata-rata mulai dari 20 ton hingga 30 ton per bulan. Jika dilakukan revitalisasi lahan, maka produksi kopi di sana akan lebih meningkat.

“Beberapa tahun ke depan, Gayo Lues akan menjadi pengekspor kopi terbesar di Aceh selain Aceh Tengah dan Bener Meriah. Saat ini banyak investor yang tertarik, tapi kita belum mampu memenuhi permintaan pasar, per tiga minggu kita diminta investor untuk menyediakan 600 ton kopi,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Gayo Lues, Rasidin Porang ngatakan pihaknya telah menyediakan mesin roasting kopi di Pasar Pagi Kota Blangkejeren. Para petani kopi mulai banyak yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Mesin roasting itu milik Pemkab Gayo Lues, dan setiap warga yang meroasting kopi, kita mengambil sewanya, kemudian sewa dari hasil roasting kopi itu kita jadikan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.[Win Porang]

Banyaknya perkebunan Kopi di Gayo Lues kata Ir.Rasidin Porang dengan otomatis mampu mendongkrak prekonomian warga, selain menguntungkan petani, pembeli, pengekspor, penjual warung kopi dan pihak yang Merosting juga dapat kebagian dari hasil perkebunan kopi tersebut. (win porang)

Teks Poto: Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani saat menyeduh segelas Kopi Rosting di Kecamatan Pantan Cuaca didampinggi Bupati, Ketua DPRK, Kapolres, dan Ketua Pengadilan Negeri Blangkejeren.

Klinik Kopi Gayo Lues Dibangun Dipantan Cuaca

Gayo Lues

Kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gayo Lues ke Kecamatan Pantan Cuaca membuat petani kopi setempat bangga, pasalnya, Wakil Bupati H.Said Sani langsung mengusulkan pembangunan Klinik Kopi di Kecamatan Pantan Cuaca.

Pernyataan itu disampaikan H.Said Sani bermula dari laporan Camat Pantan Cuaca Salid S Pd Jum’at (15/12), kata Camat, di daerah Pantan Cuaca kebanyakan warga memiliki kebun kopi yang sudah mendunia disamping ada produksi hasil perkebunan lainya.

“Di Kecamatan Pantan Cuaca sangat kekurangan jalan menuju sentral perkebunan, sehingga kebanyakan warga terpaksa menjinjing kopi dari kebun ke jalan yang sudah di aspal, dan mungkin akibat pengaruh itu, warga Pantan Cuaca pendek-pendek,” katanya.

Camat Pantan berharap, dengan kedatangan rombongan kunjungan kerja, kedepan bisa membangun badan jalan ke pusat perkebunan dan membangun jaringan air bersih dibeberapa desa yang kerap kekeringan saat musim kemarau.

Umar Bahri salah satu tokoh masyarakat dalam sambutanya mengatakan, pembangunan jalan yang sudah ada di sebagian Kecamatan Pantan Cuaca juga sangat memprihatinkan, bahkan nyaris menyerupai seperti kubangan kerbau.

“Untuk mewujud Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati, selain berharap adanya pembangunan jalan ke kebun kopi, saya juga berharap agar Bupati dan Wakil Bupati membuat pembinaan terhadap Imam Desa, Imam Masjid dan guru Pengajian, karna tanpa dibekali ilmu, saya rasa sulit mewujudkan Gayo Lues yang islami seperti Visi dan Misi bapak,” katanya.

Sementara Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani langsung merespon apa yang diucapkan Camat dan tokoh masyarakat Pantan Cuaca, seperti pembangunan jalan ke Kebun Kopi, H.Said Sani langsung meminta instansi terkait untuk mencatat dan mencarikan solusinya supaya bisa dilakukan pembangunan.

Begitu juga dengan perhatian Pemda terhadap petani Kopi, H.Said Sani secara blak-blakan mengaku akan membangun Klinik Kopi di Kecamatan Pantan Cuaca mewakili seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Gayo Lues.

“Jika diputri Betung kami janjikan membuat Klinik Coklat saat kunjungan kerja kemarin, maka disini, di Kecamatan Pantan Cuaca kami akan membangun klinik Kopi, sehingga setiap ada kendala masalah Kopi, bisa dibawa ke Klinik Kopi ini nantinya,” ujarya. (win porang)

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *