Menteri Agraria Diminta Kembalikan Lahan Warga di RTH

0
195

BANDA ACEH – Sekitar 200 hektar lahan warga Kota Banda Aceh yang masuk ke dalam Ruang Terbuka Hijau (RTH) diminta untuk dikembalikan. Permintaan itu disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Tepublik Indonesia, Sofyan Jalil, Rabu, 13 Maret 2019 di Banda Aceh.

Aminullah juga meminta agar aset PT Kereta Api Indonesia (KAI) berupa lahan kosong dapat diserahkan kepada Pemko Banda Aceh, karena lahan tersebut sudah lama terbengkalai.

“Sebab tanah ini sudah lama mubazir dan merusak keindahan kota, tanah PT Kereta Api yang di simpang Jam sudah lama terbengkalai. Kita minta diserahkan ke Pemko agar bisa kita jadikan untuk ruang publik dan memperindah kota,” pinta Aminullah.

Lahan yang saat ini dibangun Pendopo Wali Kota juga merupakan tanah milik PT KAI. Aminullah juga meminta dapat diserahkan sebagai aset Pemerintah Kota Banda Aceh. sementara terkait lahan warga dalam RTH di Kecamatan Meuraxa dan Syiah Kuala, Aminullah menyampaikan permohonan ke Sofyan Jalil agar dikembalikan kepada masyarakat. Wali Kota meminta pemerintah pusat mencarikan solusi mencarikan lahan lain untuk RTH Banda Aceh.

“Ada sekitar 200 hektar tanah warga sudah ditetapkan sebagai RTH. Saya harap Pak Menteri bisa mencarikan solusi lain agar tanah tersebut bisa kembali digunakan masyarakat. Mungkin bisa mencarikan lahan lain untuk RTH,” harap Aminullah.

Selama di Banda Aceh Sofyan Jalil menyerahkan sertifikat tanah wakaf kepada sejumlah penerima di Banda Aceh. Penyerahan sertifikat ini dilakukan di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh.

Ada tujuh sertifikat tanah yang diserahkan secara simbolis oleh Menteri Sofyan Jalil kepada penerima di Balai Kota, termasuk diantaranya tanah wakaf yang ada di beberapa desa di Banda Aceh.[rls]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here