,

Menikmati Pesona Lhok Reukam di Panorama Hatta

Jika ke Aceh Selatan, bertandanglah ke Lhok Reungkam, desa dengan sejuta pesona di sebelah timur Tapaktuan, ibu kota Aceh Selatan. Desa dengan luas 474,05 hektar itu terletak di kaki Gunung Guliran Naga. Keindahannya tambah memesona karena berada antara Samudera Hindia dan gunung yang tinggi menjulang.

Untuk menuju ke sana dari Tapaktuan hanya butuh 15 menit perjalanan dengan kendaraan roda empat, ya, hanya sekitar 20 kilometer jaraknya. Lhok Reungkam juga memiliki nilai historis yang spesial. Diantara pegunungan di desa itu, ada objek wisata yang dinamai Panorama Hatta.

Disebut Panorama Hatta karena pada awal kemerdekaan Indonesia, proklamator yang juga Wakil Presiden Indonesia pertama, Muhammad Hatta singga di sana menikmati pesona yang memukau. Selain Panorama Hatta, objek wisata yang paling terkenal di desa itu adalah pasir setumpuk yang terkenal dengan alamnya yang masih alami.

Pada tanggal 26 April 2016 lalu, Bupati HT Sama Indra menetapkan Desa Lhok Reukam, Kecamatan Tapaktuan sebagai pemenang lomba desa se-Aceh Selatan menyingkirkan 259 desa lainnya. Atas prestasi itu, Desa Lhok Reukam berhak mewakili Aceh Selatan untuk mengikuti lomba desa tingkat Provinsi Aceh.

Amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh Pemkab Aceh Selatan tersebut ditebus oleh Desa Lhok Reukam dengan berhasil keluar sebagai juara pertama dalam kategori penilaian administrasi desa/gampong, dengan menyingkirkan 6.074 desa lainnya se-Aceh.

Atas prestasi tersebut, Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra dihadapan tim penilai dan evaluasi lomba desa tingkat Provinsi Aceh yang berkunjung ke desa itu, Senin, 23 Mei 2016 menyatakan bahwa, Desa Lhok Reukam pantas mewakili Aceh dalam lomba desa tingkat Nasional di Jakarta nantinya.

“Saya tidak meminta kepada tim penilai untuk memenangkan Desa Lhok Reukam, tapi yang saya minta adalah prestasi yang telah dicapai tersebut tolong dipertahankan. Kepada tim penilai dari Provinsi, silahkan nilai dan evaluasi secara langsung di lapangan,” tegas Bupati, yang disambut tepuk tangan seluruh peserta yang hadir pada acara itu.

Menurut Bupati, desa dengan jumlah penduduk kurang dari seribu jiwa dengan mata pencaharian mayoritasnya nelayan dan petani kebun tersebut, tergolong unik dan jauh berbeda dengan desa-desa lainnya.

Pada tahun 2001 lalu Lhok Reukam juga berhasil merebut juara pertama sebagai desa terbaik di Aceh Selatan. Kemudian pada tahun 2008 desa ini kembali mengukir prestasi sebagai juara satu Gampong Mawaddah Warrahmah (Gammawar) tingkat Provinsi Aceh. Prestasi gemilang juga kembali diukir secara berturut-turut pada tahun 2013, 2014 dan 2015 lalu yakni juara pertama tingkat Provinsi Aceh dalam lomba Bina Keluarga Balita (BKB) dan lomba makanan unggulan serta perpustakaan terbaik.

“Desa ini memang kecil dan mungil dengan pemandangan alam mempesona, tapi kaya prestasi yang membanggakan masyarakat dan membawa nama harum daerah Aceh Selatan. Karena itu, dalam lomba desa tingkat Provinsi Aceh yang sedang berlangsung saat ini, desa ini juga siap mengukir prestasi untuk membawa nama harum Provinsi Aceh dilevel Nasional,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Selatan juga menyatakan bahwa karena telah berhasil membawa nama harum daerah, pihaknya bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, juga telah menetapkan Desa Lhok Reukam tersebut sebagai desa wisata bahari, yang nantinya akan dikucurkan anggaran baik bersumber dari APBK, APBA maupun APBN untuk membangun berbagai fasilitas untuk memikat kunjungan wisatawan lokal dan manca negara ke desa tersebut.

Disamping itu, Bupati Aceh Selatan juga telah menjuluki desa tersebut sebagai satu-satunya desa bunga di Aceh Selatan. Bupati mengaku sangat bangga kepada masyarakat setempat, karena program penanaman bunga yang dicanangkan pihaknya benar-benar diimplementasikan di lapangan.

“Saya berharap, ratusan bunga dalam berbagai jenis yang telah ditanam di seluruh penjuru Desa Lhok Reukam akan tumbuh subur dan rindang untuk menyejukkan suasana dan kondisi alam masyarakat sebagaimana rindang dan damai serta nyamannya kehidupan masyarakat di sini,” harapnya.

Kepala Desa Lhok Reukam, Suhardi, menyebutkan, desa dengan jumlah penduduk sebanyak 618 jiwa atau 166 Kepala Keluarga (KK) dengan mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani kebun tersebut, memiliki keunggulan dan perbedaan tersendiri dengan desa-desa lainnya di daerah itu.

Ketua tim penilai dan evaluasi lomba desa tingkat Provinsi Aceh, Drs Mohamad Irfan MSi menyebutkan, tahapan pelaksanaan lomba tersebut dimulai dari penilaian administrasi sebanyak 6.074 desa dari 23 Kabupaten/kota se Aceh. Dokumen administrasi desa yang dikirim oleh masing-masing Kabupaten/kota tersebut selanjutnya di verifikasi oleh pihaknya untuk dipilih desa yang masuk 10 besar.

“Dari hasil verifikasi tersebut, ternyata alhamdulilah Desa Lhok Reukam dari Kabupaten Aceh Selatan berhasil keluar sebagai juara pertama menyingkirkan 6.074 desa lainnya di Aceh,” ucap Irfan.

Setelah melakukan verifikasi administrasi dengan memilih 10 besar, sambung Irfan, selanjutnya tim penilai dan evaluasi melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk membuktikan kebenaran antara yang tercantum dalam laporan administrasi dengan realisasinya dilapangan.

Menurut dia, penilaian yang dilakukan pada tahap tersebut meliputi aspek pemerintahan, kewilayahan dan pemberdayaan masyarakat. Pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk melihat sejauh mana aspek tersebut terlaksana dilapangan.

“Ada dua output yang dihasilkan dari tahapan penilaian tersebut, yakni evaluasi perkembangan desa yaitu melihat bukti dilapangan apakah desa tersebut tidak berkembang, sedang berkembang atau sudah berkembang. Selanjutnya adalah untuk melihat sejauh ini sambutan masyarakat terhadap pelaksanaan lomba tersebut,” jelasnya.

Dalam rentang waktu selama satu bulan terakhir masa peninjauan lapangan yang telah dilakukan tersebut, Desa Lhok Reukam, Aceh Selatan merupakan desa yang ke 10 atau yang terakhir telah dikunjungi oleh tim penilai dari provinsi.

Selanjutnya, dari 10 desa tersebut tim provinsi akan menyaring lagi menjadi enam desa. Terhadap desa yang masuk enam besar tersebut, pada tanggal 31 Mei 2016 akan di undang ke Banda Aceh untuk mengikuti tahapan tes berikutnya yakni wawancara dan presentasi.

“Pada tahapan tes ini, kami akan mengundang kepala desa beserta istri, tuha peut serta camat untuk mengikuti tes wawancara dan presentasi dihadapan tim penilai tingkat provinsi. Tes ini merupakan tahapan terakhir untuk menentukan juara, yang nantinya mewakili Aceh ke tingkat Nasional,” paparnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *