,

Mengharap Lumpe Diganti Jembatan Gantung

BLANGKEJEREN – Warga di kaki gunung Leuser, saban hari harus meniti jembatan tali (lumpe) untuk menuju kebun di seberang sungai. Lumpe satu-satunya alternatif untuk menghindari derasnya air sungai.

Untuk berjalan si atas lumpe harus ekstra hati-hati. Apalagi kalau membawa beban. Arwin, salah seorang warga Gayo Lues sudah paham betul tentang itu. Sanking seringnya meniti di lumpe, ia seolah telah abai pada resiko tercemplung dan hanyut dalam derasnya air sungai.

Warga Desa Kacang Retak, Kecamatan Putri Betung Gayo Lues ini berharap pemerintah setempat membangun jembatan di desanya, kalau pun tidak permanen, minimal jembatan gantung. “Kami setiap hari harus melewati lumpe untuk membawa hasil kebun ke kota. Kami mohon pemerintah membangun jembatan di sini,” harapnya.

Pemerintah Gayo Lues sendiri dewasa ini mulai mengganti beberapa lumpe dengan jembatan gantung. Seperti di desa Agusen. Bupati Ibnu Hasyim, Selasa, 22 Maret 2016 langsung ke lokasi melihat jembatan gantung yang membentang di atas sungai desa tersebut.[Win Porang]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *