,

Menantu Ditangkap, Mertua Gantian jadi Bandar Sabu

BLANGKEJEREN – Rapiah alias Mak Piah benar-benar nekat. Setelah Hanafi, menantunya yang bandar sabu-sabu ditangkap polisi, ia mengambil alih pekerjaan suami anaknya itu, mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Gayo Lues.

Perempuan berusia 46 tahun itu pun kini bernasib sama dengan sang menantu, sama-sama menjadi penghuni jeruji besi di tahanan Mapolres Gayo Lues. Mak Piah ditangkap di sebuah rumah kosong bersama Subki di Desa Rigeb, Dabun Gelang.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Bhakti E Nurmansyah, Senin, 16 Mei 2016 mengungkapkan, penggerebekan dan penangkapan bandar narkoba itu dilakukan pada Jumat, 13 Mai 2016. “Penyergapan pertama ini berhasil kita tangkap dua orang, yaitu Rapiah alias Mak Piah (46) warga dusun Aih Bobo, Desa Penapaan, Kecamatan Blangkejeren dan Sukri (26) warga desa Bukit, Kecamatan Blangkejeren,” katanya.

Bhakti melanjutkan, Mak Piah merupakan ibu mertua dari Hanafi yang sebelumnya ditangkap polisi karena mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu, setelah tertangkapnya Hanafi, jaringanya tetap dilanjutkan ibu mertuanya (Mak Piah-red) bersama Sukri.

Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan barang bukti dari kedua tersangka berupa tiga paket sabu dengan berat 2,38 gram, dua belas plastik bungkus sabu, satu buah sumpit bambu, satu buah gunting, satu buah HP, dan satu unit sepeda motor jenis Yamaha Mio Soul. Kepada Polisi, kedua TSK ini mengaku barang haramnya diperoleh dari wanita yang berinisial MAS (30) warga Kutepanyang yang kini masih buron.

“Atas perbuatanya, kedua pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun,” kata Kapolres.

Pada hari yang sama, Jumat, 13 Mei 2016, Tim Res Narkoba juga mendapatkan informasi dan langsung melakukan penggerebekan di salah satu rumah desa Penampaan Kecamatan Blangkejeren, hasilnya, Robi Jumar Nasution alias Bobi (45) selaku terduga pengedar sabu diamankan.

Dari rumah Robi polisi mengamankan satu set alat hisap sabu rakitan berupa satu buah botol aqua modifikasi yang berisi air mineral, dua buah kaca pirex berisi sisa sabu, empat buah jarum, empat buah pipet plastik kecil, tiga buah kompeng kecil, empat buah korek api, dua plastik bening bekas sabu, dan beberapa barang bukti lainya.

Setelah dilakukan pengembangan, Robi mengaku mendapatkan barang haram itu dari BY warga desa Durin Kecamatan Blangkejeren. “Saat kami geledah, BY berhasil melarikan diri, dan skearang sudah kita ketahui tempat persembunyianya, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah tertangkap,” ujarnya.

Dari rumah BY, polisi berhasil mengamankan lima paket plastik bening bekas sabu beserta pembuat paket sabu-sabu yang langsung diamankan ke kantor Polres Gayo Lues.

Atas perbuatan Robi dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 127 huruf (a) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *