,

Memahami Sikap Profesional Yusril Ihza Mahendra

Oleh Tuanku Warul Waliddin

Dalam minggu ini kita dihebohkan dengan satu sikap profesional dari Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Prof Yusril Ihza Mahendra. Sebagai seorang advokat senior sudah selayaknya memberi pembelaan terhadap siapapun kliennya. Tak terkecuali terkadang sosok yang selama ini dia anggap kontroversi sebagai pemegang kuasa atau petahana, yang selama ini terus ia kritisi dari berbagai sudut mengenai kebijakannya.

Ya, hebohnya Yusril mendapat tawaran menjadi pengacara pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Secara profesional tidak ada masalah dalam penawaran yang diajukan ini. Namun bagi sebagian masyarakat awam yang mengikuti perkembangan politik akan sangat multi tafsir dan multi reaksi.

Bagi pendukung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tentu akan meningkatkan satu atau dua strip tensi darah. Apalagi para pendukung Yusril Ihza Mahendra yang sangat terhipnotis dengan paslon no.mor 2. Seakan sudah tamat karir Yusril Ihza Mahendra dan partainya kali ini.

Tentu berbeda dengan reaksi para fans paslon nomor urut 1, mereka akan menyambut positif sikap Yusril Ihza Mahendra yang notabene pembela mati-matian HTI yang dikeluarkan surat resmi pembubarannya tahun lalu oleh pemerintah calon petahana saat ini yang akan dibela Yusril Ihza Mahendra.

Ada banyak peta politik yang bergerak dan bergeser dari satu kutub ke kutub lainnya. Kita tidak berharap kondisi ini melemahkan dan mencederai sistem politik di Indonesia. Malah sebaliknya, harus memperkokoh sistem demokrasi yang ada saat ini. Sikap profesional Yusril Ihza Mahendra kali ini pastilah diambil dengan berbagai pertimbangan yang matang dan memohon petunjuk dari Sang Khalik melalui istikharahnya.

Ada yang berteriak mendukung atas sikap ini, ada pula berteriak menghujat dengan berbagai sumpah serapahnya, terutama bagi sebagian caleg dari PBB yang sudah terlanjur mengikrarkan diri didalam hati untuk haram memilih presiden nomor urut 1.

Ada pula yang meminta Yusril Ihza Mahendra untuk turun dari jabatan Ketua Umum PBB. Meskipun hingga detik ini tak ada satu perintah pun dari Ketua Umum untuk mendukung calon presiden nomor urut 1 atau nomor urut 2. Yang diinstruksikan oleh ketua umum adalah fokus bagi para caleg PBB untuk mendapatkan kursi di Pileg 2019 sebanyak-banyaknya.

Politisi cerdas adalah politisi yang mampu berfikir global dan bertindak sederhana. Bagi kita di Aceh isu yang bergulir ini haruslah disikapi dengan positif, bukan reaktif. Bila dianalogi kan dalam pertandingan sepak bola maka sebuah tendangan penjuru yang sangat matang sedang di eksekusi oleh sang Laksamana Cheng Ho, tinggal bagaimana kita mengolah bola yang melambung ke atas gawang lawan ini menjadi sebuah gol yang manis dan dikenang oleh para fans dan pencinta Partai Bulan Bintang di seluruh Nusantara, Khususan Aceh Darussalam. Selamat berjuang PBB Aceh dan nusantara.

Tuanku Warul Waliddin,SE.Ak. – Caleg DPRK Banda Aceh, Dapil 2 Kuta Alam – Partai Bulan Bintang Nomor urut 2

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *