,

Melirik Ketekunan Armada Anak Reje di Pondok Jamur

BLANGKEJEREN – Serbuk dilapisi plastik putih terlihat berjejer rapi dengan gantungan tali plastik, masing-masing di ujungnya dibuka sedikit, warnanya putih dan aromanya sangat khas, jamur merang dia punya nama.

Usaha budi daya jamur merang itu sudah sejak dua tahun lalu dilakoni Armada, warga Desa Anak Reje, Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues. Berbekal ilmu yang diperolehnya saat kuliah di Sumatra Utara (Medan) beberapa tahun silam, iapun mengembangkan usaha itu di negeri seribu bukit tersebut.

“Jamur merang ini sangat enak, tidak beracun, dan banyak sekali penggemarnya,” katanya, Sabtu, Desember 2017 saat dijumpai di tempat budidaya jamur merang miiknya di belakang meunasah desa Anak Reje.

Hampir setiap hari, para pelanggan datang langsung membeli ke tempat budi daya itu. Malah ada juga sebagian warga yang membeli dengan cara memesan terlebih dahulu. Cara penjualanyapun cukup mudah, selain bisa transaksi langsung di tempat, juga bisa diantar ke rumah-rumah.

“Hanya beberapa tempat saja yang rutin membeli setiap hari, selebihnya saya jual kepada perorangan, baik yang datang dari desa tetangga, maupun dari kota Blangkejeren,” kata Armada yang keseharinya juga sebagai pendamping desa di Kecamatan Blangpegayon.

Usaha budidaya jamur merang kata Armada sangatlah menjanjikan, selain pekerjanya sangat mudah, cara panen dan penjualnya juga hanya membutuhkan waktu sedikit ketimbang usaha yang lain, sementara keuntungan bersih dari penjualnya mencapai Rp 4 juta per bulan.

“Modal awal saya habis Rp 9 juta, mulai dari membuat pondok beserta peralatan penggantungnya hingga membeli bibit dari Medan, setelah itu secara bertahap mampu menghasilkan keuntungan Rp 4 juta per bulan,” katanya.

Di dalam pondok berukuran 5 x 5 meter itu Armada menempatkan bibit jamur berbetuk balok degan memanjang dan berbaris, hal itu dilakukanya supaya mempermudah saat masa panen.

“Alhamdulilah dalam sehari, hasil panennya bisa mencapai 3 kg hingga 6 kg, tergantung cuaca panas atau dingin, biasa lebih banyak saat musim dingin,” katanya setiap 1 kg jamur merang dijualnya dengan harga Rp 40 ribu.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *