Melepas Penat di Ragam Destinasi Wisata Negeri Seribu Bukit

0
818

Kabupaten Gayo Lues yang berada di kaki hutan Leuser memiliki banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi pencinta alam, bermacam ragam keunikan alam tersaji untuk dinikmati wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Terutama saat hari libur, saat menyambut bulan Ramadhan dan usai hari Raya Aidul Fitri.

Bagi pelancong yang ingin menikmati kekayaan alam di Kabupaten Gayo Lues bisa langsung menuju pusat kota Blangkejeren, di Kecamatan ini tersedia penginapan mulai dari wisma hingga hotel bertarif murah.

Pelancong tinggal memilih inggin berwisata ke daerah mana atau inggin menikmati apa. Yang jelas, pelancong harus membawa kendaraan sendiri atau merental kendaraan karena tidak ada angkutan khusus ketempat wisata yang masih sangat alami tersebut.

Tempat wisata yang paling dekat dengan pusat kota Blangkejeren adalah Kala Pinang, jarak tempuhnya hanya berkisar 15-20 menit dari pusat kota. Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati air deras ditambah pondok terbuka, bagi yang suka kuliner, pengunjung bisa menikmati lemang Gayo, ikan panggang dan ayam panggang, itupun hanya tersedia pada hari libur saja.

Kemudian tempat wisata lainya yang berada di Kecamatan Blangkejeren bernama Bukit Cinta, jarak tempuhnya juga berkisar 15-20 menit dari pusat kota, di daerah ini kebanyakan tempat mangkal anak muda saat sore hari, pemandangan yang indah deretan pohon pinus membuat warga tak pernah bosan berkunjung ke tempat ini.

Blangsere juga menjadi tempat wisata keluarga. Di tempat ini, biasanya kebanyakan pengunjung membawa anak kecil untuk bermain di alam bebas sembari menikmati makanan dan minuman di bawah pohon pinus. Jarak tempuhnya dari kota Blangkejeren hanya berkisar 15 menit saja

Di Kecamatan Blangkejeren juga ada wisata Agusen dan Menara Pandang, jarak tempuh dari pusat kota mencapai 30 menit. Tempat wisata yang baru tenar ini berada di hulu sungai Ketambe Aceh Tenggara. Konon, desa yang terkenal dengan tanaman ganjanya ini disulap Pemda setempat menjadi tempat wisata dan selalu banyak pengunjung di hari libur untuk mandi sungai dan menikmati kopi gayo di tengah perkebunan kopi warga. Sedangkan menara pandangnya dibangun Pemda setempat di jalan lintas Blangkejeren-Kutecane untuk memandang alam luas.

Di kecamatan Pining, tempat wisata yang tersaji bernama Genting Gajah, jarak tempuh dari pusat kota Blangkejeren hanya berkisar 30 menit saja. Di tempat wisata ini, para pengunjung bisa menikmati kawah kabut di tengah hutan sembari menikmati kopi luwak yang murah meriah.

Kemudian ada Kawah Kabut Bur Reko, tempat wisata ini berada di Kecamatan Dabun Gelang, jarak tempuhnya juga 30 menit hingga 45 menit dari pusat kota Blangkejeren. Para pencinta alam bisa mengengam awan di puncak ini, terutama usai hujan atau di sore hari. Sayangnya, di puncak Reko tidak warung atau pun penjaja makanan.

Tempat wisata selanjutnya adalah Kedah. Tempat wisata yang berada di Kecamatan Blangjeranggo ini sudah mendunia lantaran berada di jalur pendakian kepuncak Leuser. Wisatawan lokal dan mancanegara bisanya selalu ada di tempat ini karena masyarakat setempat juga menyiapkan penginapan bagi turis. Alam yang indah ditambah bermacam flora dan fauna menjadi daya tarik wisata Kedah.

Berawang Tasik dan Berawang Lopah juga berada di Kecamatan Blangjeranggo, kolam luas yang berada di atas gunung dan dikelilinggi pohon pinus membuat pengunjung tak pernah bosan jika berwisata ketempat ini. Sayangnya, tempat wisata ini sudah tidak dirawat lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, jikapun ada pengunjung hanya menyempatkan diri untuk mengambil foto dan kemudian pulang.

Kolam biru dan air terjun Tripe Jaya, tempat wisata milik Pemerintah Daerah ini cukup jauh dari pusat kota Blangkejeren, jarak tempuhnya bisa mencapai satu jam lebih. Tetapi rasa lelah dalam perjalanan akan terbayarkan setelah sampai di tempat wisata yang satu ini. Pengunjung bisa menikmati kolam yang airnya biru ditambah air terjun yang banyak dikunjunggi warga.

Air Panas dan wisata Serkil, kedua tempat wisata yang berdekatan ini berada di Kecamatan Putri Betung tepatnya di jalan lintas nasional Gayo Lues-Aceh Tenggara, di sini, pengunjung bisa menikmati air panas dan mandi di sungai jernih serta asri, di kiri kanan jalan juga tersedia bermacam jajanan yang terbuat dari pisang, seperti keripik pisang dan jajanan lain yang kerap dijadikan oleh-oleh.

Kepala Dinas Pariwista Gayo Lues, Syafrudin, Kamis, 9 Mei 2019 mengatakan, bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Gayo Lues di bulan puasa ini atau usai hari Raya Aidul Fitri dibuka pintu selebar-lebarnya. Dengan catatan, wistawan harus menghormati adat dan budaya.

“Sipapun yang hendak berwisata ke Gayo Lues kita persilahkan, namun yang harus di ingat, kita ini berada di wilayah Provinsi Aceh yang menjalalankan Qanun Syari’at Islam, jadi siapapun yang berkunjung ketempat wisata harus menjaga tata kerama dengan baik, baik itu masyarakat lokal maupun turis mancanegara,” katanya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here