,

MaTA: Jangan Pilih Calon Gubernur Mantan Terpidana Korupsi

BANDA ACEH – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mencatat, dari sejumlah Bakal Calon (Balon) Gubernur Aceh yang telah menyatakan diri maju dalam Pilkada Aceh 2017, dua diantaranya merupakan mantan terpidana korupsi. Untuk itu masyarakat Aceh diminta teliti dalam memilih pemimpin.

Koordinator MaTA, Alfian mengatakan secara regulasi tidak ada larangan bagi mantan terpidana korupsi menjadi kepala daerah. Tetapi Aceh sebagai negeri syariat, tentu akan menjadi sorotan dunia apabila dipimpin oleh mantan narapidana korupsi. Faktor ini sehingga publik penting mengetahui dan menjaga marwah Aceh secara Nasional dan Internasional

“Oleh karena itu Pemilih penting mengetahui dan melihat calon-calon pemimpin Aceh ke depan. Pemilih harus cerdas dan tidak salah pilih. Rekam jejak menjadi landasan dalam menilai calonnya bagi pemilih,” kata Afian, Minggu, 27 Maret 2016.

Dia menyebutkan, kedua Balon Gubernut Aceh dari mantan terpidana korupsi tersebut yakni mantan Gubernur Aceh Priode 2002-2007, Abdullah Puteh. Ia tersandung kasus pembelian kasus korupsi pembelian helikopter MI-2 buatan Rusia dengan hukum 4 tahun penjara.

Kemudian T M Nurlif mantan DPR-RI yang tersangksut korupsi suap pemilihan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) tahun 2004. T.M Nurlif bebas bersyarat tanggal 30 Oktober 2011 atas hukuman 1 tahun 6 bulan kurungan dari Mahkamah Agung (MA). “Kita berharap pemilih dapat mengetahui latar belakang seorang calon yang dipilih saat Pilkada nantinya,” tegas Alfian.[HD]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *