,

Masyarakat Peduli Pelabuhan Tagih Janji Pemerintah

LABUHANHAJI – Ketua Komunitas Masyarakat Peduli (Kompi) Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Labuhanhaji, Ali Zamzami, menagih janji Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Cut Yusminar, terkait perbaikan Gedung Pusat Pencucian dan Pendistribusian Ikan (PPDI).

Pasalnya, hingga telah memasuki akhir bulan Mei 2016 janji yang pernah diucapkan oleh Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan tersebut belum kunjung direalisasikan. Sementara faktanya di lapangan beberapa bagian bangunan proyek yang baru selesai dibangun akhir tahun 2015 lalu oleh pihak kontraktor dari perusahaan CV Meukek Bersaudara sumber dana APBK tahun 2015 senilai Rp 1,1 miliar lebih itu, masih mengalami kerusakan sehingga fasilitas tersebut belum bisa di manfaatkan nelayan setempat.

“Kami mempertanyakan janji Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan yang sebelumnya menyatakan akan memerintahkan pihak kontraktor untuk memperbaiki beberapa bagian bangunan yang masih mengalami kerusakan berhubung proyek itu masih dalam masa pemeliharaan,” kata Ali Zamzami kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa, 31 Mei 2016.

Dia menyebutkan, beberapa bagian bangunan yang masih terjadi kekurangan itu diantaranya adalah atap bocor, plaster sudah terkelupas, bola lampu masih banyak belum dipasang, jebolnya septic tank WC sehingga mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Ali Zamzami menduga, belum kunjung dilakukan perbaikan beberapa bagian bangunan yang mengalami kerusakan itu, disebabkan karena Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan tidak berani memerintahkan kontraktor.

“Karena menurut informasi yang saya dapat, oknum kontraktor pelaksana proyek tersebut merupakan orang dekat dengan penguasa. Sehingga Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan tidak punya nyali untuk mengambil tindakan tegas,” kata Ali Zamzami.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Cut Yusminar saat dikonfirmasi Selasa, 31 Mei 2016, justru telah mengatakan bahwa apa yang dituding oleh Ali Zamzami selaku Ketua Kompi PPI Labuhanhaji tersebut tidak benar.

“Saya telah perintahkan kepala UPTD PPI Labuhanhaji untuk melakukan pengecekan ke lokasi, tidak benar gedung tersebut terjadi kebocoran. Kemarin itu masuk air karena saat diguyur hujan lebat disertai angin kencang air turut masuk ke dalam gedung melalui jendela dan pintu angin. Ditambah lagi ombak laut sedang mengganas sehingga wajar jika percikan air laut turut masuk ke dalam gedung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD PPI Labuhanhaji, Nasrudin, menyatakan, pihaknya mengakui jika pekerjaan proyek tersebut masih ada sedikit kekurangan. Namun menurut dia, kekurangan tersebut merupakan sebuah hal yang lumrah dalam pekerjaan sebuah proyek karena hanya tinggal pada tahap finishing saja.

“Kalau kerusakan yang sifatnya sangat fatal sama sekali tidak ada, hanya tinggal beberapa bagian bangunan yang perlu finishing. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan telah memberitahukan kepada pihak kontraktor supaya segera memperbaiki kekurangan tersebut, namun sayangnya hingga saat ini belum kunjung di kerjakan oleh pihak kontraktor,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Nasrudin justru meminta kepada Ali Zamzami agar tidak terlalu menyorot pekerjaan orang lain, sebab dia yang juga berstatus pengelola PPI Labuhanhaji setelah memenangkan lelang yang digelar pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan beberapa waktu lalu, juga belum melunasi kewajibannya untuk menyetor PAD ke Pemkab Aceh Selatan.

“Dari sebesar Rp 130 juta PAD yang wajib disetor ke kas daerah selama setahun mengelola PPI tersebut, seharusnya sesuai aturan yang telah ditetapkan dia wajib menyetor 50 persen pada tahap pertama, namun sampai saat ini yang baru mampu dilunasi hanya sebesar Rp 50 juta,” ungkapnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *