,

Masyarakat Kita Belum Terbiasa Menerima Kekalahan Politik

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Masyarakat kita belum terbiasa menerima kekalahan dalam sebuah pesta demokrasi (Pemilu/Pilkada). Instrumen hukum melalui pengajuan sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK) jika merasa dirugikan, masyarakat kita sebagian ada juga yang menempuh hal-hal di luar jalur hukum.

Demikian disampaikan akademisi Fakultas Hukum Unsyiah Saifuddin Bantasyam saat menjadi narasumber pada diskusi Duek Pikee PILKADA Aceh 2017 dengan tema “Mekanisme Hasil Sengketa Pilkada Aceh 2017: Perspektif Keadilan dan Perdamaian” di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Rabu (22/2/2017).

“Kita memaklumi bahwa hak untuk mengajukan permohonan sengketa pilkada adalah hak konstitusi seseorang, namun upaya hukum yang dilakukan tidak boleh dengan cara yang bertentangan dengan hukum itu sendiri,” ujar Saifuddin Bantasyam.

Menurut Saifuddin, pengajuan sengketa selalu dapat dicegah apabila semua komplain atau keberatan dapat di selesaikan di setiap tingkatan atau tahapan oleh penyelenggaraan Pilkada yaitu KIP dan Panwaslih di semua tingkatan.

Saifuddin juga mengungkapkan bahwa walaupun tingkat kerawanan sudah lebih rendah, namun partisipasi pemilih pada pilkada 2017 cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan pilkada sebelumnya.

“Saya sempat bertanya kepada pada Komisiner KIP Junaidi. Saya mendapatkan informasi bahwa partisipasi pemilih untuk tingkat gubernur tidak sampai 70 persen, demikian juga untuk kab/kota yang relatif rendah dan jumlah ini di bawah target KIP Aceh,” ungkapnya.

Rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada 2017 ditanggapi oleh komisioner KIP Aceh Junaidi. Menurutnya, selama ini sosialisasi yang telah dilakukan oleh KIP Aceh sudah sangat maksimal dilaksanakan dari awal Januari dibantu oleh lembaga lain termasuk LSM dan juga aparat keamanan di seluruh Aceh.

Sementara itu Direktur Eksekutif The Aceh Institute (AI) Fajran Zain dalam sambutannya menyampaikan bahwa AI sebagai penyelenggara acara ini adalah sebagai sebuah lembaga independen yang bergerak di penelitian dan kajian. AI mengundang semua stakeholder khususnya penyelenggara pemilu, para timses, partai politik, tokoh-tokoh masyarakat dan dari LSM untuk mendiskusikan yang terbaik bagi aceh ke depan.

“Kita tahu beberapa hari ke depan para pihak yang merasa dirugikan akan mengajukan gugatan. Makanya kami angkat tema ini. Untuk itu kami mengundang pak Saifuddin Bantasyam sebagai narasumber dan fasilitator yang cukup kredibel juga dengan datanya.

Menurut Fajran, kegiatan ini merupakan yang terakhir dari sejumlah rangkaian yang sudah dilakukan oleh AI, termasuk road show juga di beberapa kabupaten/kota. “Harapan kami dan kita semua bisa menuju pilkada Aceh yang berkualitas dan menghasilkan pemimpin yang benar – benar diinginkan oleh rakyat,” pungkasnya.

Acara yang dipandu oleh Yarmen Dinamika tersebut juga menghadirkan Ketua Bawaslu Aceh Asqalani, Ditreskrimum Polda Aceh Sumarso, Akademisi Unsyiah Zainal Abidin, ketua Forum LSM Aceh Sudirman, ulama dan sejumlah peserta baik dari perwakilan pemerintah maupun penyelenggara pemilu.[]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *