Masyarakat Beutong Kecewa Terhadap Sikap Plt Gubernur Aceh

0
97

NAGAN RAYA – Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang kecewa terhadap sikap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang tidak merespon tuntutan masyarakat setempat terkait penolakan tambang PT Emas Mineral Murni (PT. EMM) di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya.

Ketua Generasi Beutong Ateuh Banggalang (GBAB) Zakaria, Minggu, 30 Desember 2018 melalui rilisnya mengungkapkan, Plt Gubernur Aceh mulai tanggal 29 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019 melakukan kunjungan kerja (kunker) ke wilayah barat dan tengah Aceh. Kunker akhir tahun ini Plt Gubernur menggunakan motor gede bersama Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Aceh.

Di Nagan Raya Plt Gubernur meresmikan gedung sekolah trans lokasi Krueng Isep, Beutong, Nagan Raya, pada 29 Desember 2018. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Aceh Tengah melalui jalan Beutong Ateuh Banggalang. Sampai ke Beutong Ateuh Banggalang Plt Gubernur bersama timnya sempat singgah sebentar untuk melihat kolam budidaya ikan Kereuling yang pembangunannya bersumber dari anggaran APBK.

Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang yang secara dadakan tahu kunjungan Plt Gubernur segera berdatangan ke lokasi. Mereka mempertanyakan sikap Plt Gubernur terkait aspirasi masyarakat tolak tambang PT EMM.

“Sampai hari ini Plt Gubernur belum bersikap apa-apa terkait hal tersebut, termasuk belum menindaklanjuti poin 3 hasil paripurna DPRA yaitu membentuk tim untuk melakukan upaya hukum terkait izin PT EMM. Plt Gubernur tidak memberikan respons saat masyarakat mempertahankan hal tersebut, bahkan terkesan tim kunker menghalangi masyarakat untuk beraudiensi dengan Plt Gubernur. Karena merasa terusik dan tidak nyaman atas berbagai pertanyaan masyarakat, akhirnya Plt Gubernur bersama timnya melanjutkan perjalanan ke Aceh Tengah,” ungkap Zakaria.

Zakaria menambahkan, kekecewaan masyarakat bertambah disaat sore harinya masyarakat tahu ada seorang warga yang kecelakaan dengan rombongan tim Plt Gubernur tetapi rombongan tersebut tidak berhenti dan tidak bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa warga miskin itu.

Kecelakaan terjadi di Simpang Km 7, seorang warga bernama Bukhari (35) saat itu sedang pulang dari kebun. Bukhari terjatuh saat mengelak konvoi moge yang melaju dengan kecepatan tinggi. Akhirnya Bukhari terjatuh dan hasil ronsen Bukhari mengalami patah tulang empat bagian di kaki, saat ini Bukhari sedang berobat di Ulee Jalan, Nagan Raya.

“Bukannya memberikan pertolongan, bahkan rombongan Plt Gubernur tidakpun berhenti, mereka tidak bertanggungjawab. Bukhari yang merupakan warga Gampong Blang Puuk, Beutong Ateuh Banggalang meminta pertanggungjawaban atas kecelakaan yang menimpa dirinya,” jelas Zakaria.

Karena itu Zakaria menambahkan, masyarakat Beutong Ateuh Banggalang benar-benar kecewa terhadap sikap Plt Gubernur dan rombongannya yang dinilai tidak mencerminkan seorang pimpinan Aceh, penakut dan tidak berani bersikap untuk membela kepentingan masyarakat banyak.

“Sebenarnya apa yang dilakukan oleh masyarakat Beutong Ateuh Banggalang tidak hanya persoalan lingkungan hidup, akan tetapi sedang memperjuangkan kekhususan dan kewenangan Aceh yang dirampas oleh pemerintah pusat terkait penerbitan izin PT EMM. Sikap yang sama juga telah disampaikan oleh DPRA yang juga menolak izin PT EMM. Tinggal sekarang Pemerintah Aceh dalam hal ini Plt Gubernur masih terlihat mati suri terkait persoalan tolak tambang,” pungkas Zakaria.[rls]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here