,

Masyarakat Air Sialang Hulu Minta Pembangunan Tanggul Sungai Dilanjutkan

TAPAKTUAN – Masyarakat Desa Air Sialang Hulu, Kecamatan Samadua meminta kepada Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait segera melanjutkan pembangunan tanggul di sepanjang bantaran sungai desa setempat.
 
Soalnya proyek pembangunan tanggul menggunakan batu besar (batu gajah) yang telah dikerjakan pada tahun anggaran 2016 belum terpasang di seluruh bantaran sungai, melainkan baru sekitar puluhan meter.
 
“Kami meminta kepada Pemkab Aceh Selatan segera melanjutkan pembangunan tanggul sebab di sepanjang bantaran sungai tersebut sudah sangat parah terjadi pengikisan tanah (erosi) pasca diterjang banjir baru-baru ini. Jika tidak segera ditangani dikhawatirkan pengikisan tebing sungai akan semakin parah,” kata Amnar, salah seorang warga kepada wartawan di Desa Air Sialang Hulu, Kamis 10 November 2016.
 
Menurutnya, pengikisan tebing sungai tidak hanya mengancam keberadaan perkebunan pala, kakao, cabai, pinang dan pohon durian milik petani setempat, tapi juga mengancam puluhan rumah penduduk yang berada di sepanjang bantaran sungai.
 
“Kami khawatir pengikisan tebing sungai akan bertambah parah. Apalagi saat ini sedang musim hujan yang berdampak akan meningkatnya debit air sungai bahkan sangat berpotensi terjadi banjir,” ujarnya.
 
Kepala Dinas Sumber Daya Air Aceh Selatan, Muhammad Yunus saat dimintai tanggapanya terkait hal ini menyatakan bahwa pihaknya tetap akan melanjutkan pembangunan tanggul di sungai Desa Air Sialang Hulu. Namun dia meminta kepada masyarakat untuk bersabar sebab realisasi pekerjaan proyek pemerintah tidak semudah membalikkan telapak tangan.
 
“Kami pastikan bahwa jika rencana pembangunan tanggul itu sudah diusulkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) mulai tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, maka pekerjaan tetap akan dilaksanakan. Namun realisasinya butuh proses dan waktu, tidak mungkin langsung dikerjakan pada saat itu juga,” jelasnya.
 
Pihaknya, sambung Yunus, tidak pernah tinggal diam dalam memperjuangkan pembangunan daerah. Jika anggarannya tidak tertampung melalui APBK, semaksimal mungkin akan diperjuangkan melalui APBA serta melalui Kementerian terkait sumber APBN.
 
“Apalagi untuk pembangunan tanggul sungai menggunakan batu gajah, tentu membutuhkan anggaran cukup besar. Maka jika tidak tertampung melalui APBK akan kami perjuangkan melalui APBA dan APBN. Sudah banyak kebutuhan anggaran proyek di Aceh Selatan yang kita gunakan dana APBA dan APBN selama ini, namun dalam realisasinya tentu sesuai skala prioritas mana yang lebih mendesak,” pungkasnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *