Masyarakat Aceh Bangun Masjid untuk Korban Gempa Palu

0
217

PALU – Masyarakat Aceh berhasil mengumpulkan donasi sebanyak Rp3,3 miliar untuk korban gempa Palu, Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut digunakan untuk pembangunan Masjid Nurul Hasanah di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga.

Peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut dilakukan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Rabu, 13 Februari 2019. Saat tiba di kawasan pembangunan Masjid Nurul Hasanah Aceh, Plt Gubernur Aceh dan rombongan disambut seribuan masyarakat sekitar masjid. Ratusan siswa sekolah berjajar di sisi kiri dan kanan jalan sembari bershalawat.

Tepat di depan pintu masuk, Plt Gubernur disambut oleh Muhamma Hidayat Lamakarate, selaku Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng dan didaulat mengenakan Siga yaitu topi adat Sulteng.

Bangunan Masjid Baru Nurul Hasanah merupakan perpaduan konsep Rumoh Aceh dengan konsep tradisional khas Sulawesi Tengah Tambo dan Lobo, yang sebahagian besarnya bahannya terdiri atas kayu dan beton, yang dirancang tahan guncangan gempa.

“Insya Allah nantinya masjid ini bisa merefleksikan budaya lokal dan persahabatan antara Aceh dan Sulawesi Tengah, melalui perpaduan Rumah Aceh dan Tambo Lobo khas Sulut,” kata Nova.

Sementara itu terkait musibah gempa dan tsunami, Nova juga mengimbau agar masyarakat tidak trauma meski letak geografis Aceh, sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat, serta wilayah Sulawesi Tengah berada di kawasan yang rawan bencana. Sebaliknya, kondisi tersebu diharapkan dapat disikapi dengan cara bijaksana melalui peningkatan pengetahuan di bidang kebencanaan.

“Yang harus kita pahami bahwa, bencana ini adalah peringatan dari Allah agar kita siap mawas diri dan meningkatkan kewaspadaan. Cara menyikapinya adalah dengan melakukan refleksi dan meningkatkan pengetahuan tentang kebencanaan. Apalagi kita tahu bahwa bencana tidak hanya disebabkan pergerakan bumi yang terjadi secara alami, tapi juga akibat ketidakpedulian manusia terhadap alam.”

Nova juga mengajak semua pihak untuk menahan diri dari segala perbuatan yang merusak alam, dan bersama-sama melahirkan perilaku positif untuk pelestarian lingkungan. Dengan demikian, kita akan tahu cara efektif dalam menanggulangi bencana, sehingga efek kerugian dari bencana itu dapat kita minimalisir.

Sementara itu, Ustadz Masrul Aidi, dalam tausyiah singkatnya menghimbau agar masyarakat Palu dapat memakmurkan Masjid Nurul Hasanah Aceh setelah selesai dibangun nanti.

“Masjid bukan semata tempat transit untuk shalat. Masjid adalah pusat kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. Inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah. Jadi, kita harus memakmurkannya, bukan hanya fasilitas untuk shalat semata. Insya Allah, masyarakat Aceh telah mendonasikan dana untuk memakmurkan fisik masji ini, kami berharap masyarakat sekitar masjid dapat memakmurkannya dengan berbagai kegiatan,” imbau Ustadz Masrul.[rls]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here