,

Massa Bentrok, PSSI Hentikan Turnamen Bupati Aceh Selatan

TAPAKTUAN – Turnamen Sepak Bola Bupati Aceh Selatan Cup II yang digelar sejak 22 Maret 2017 lalu di Suak Bakong, Kecamatan Kluet Selatan terpaksa dihentikan secara paksa oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Senin, 24 April 2017 karena nyaris bentrok.

Pada Senin 24 April 2017 siang, ratusan warga Kecamatan Bakongan Timur dengan menumpang puluhan truck terbuka bersenjata parang dan benda tajam lainnya telah siap berangkat ke Suak Bakong, Kecamatan Kluet Selatan untuk menduduki lapangan lokasi digelarnya turnamen.

Namun, aksi massa ini cepat digagalkan oleh polisi dari Polres Aceh Selatan dan Brimob Kompi Trumon. Puluhan truck mengangkut massa dari Bakongan Timur ke Kluet Selatan ditahan. Hingga berita ini di kirim Senin malam, puluhan pasukan Brimob dan anggota Polres masih bersiaga di berbagai penjuru jalan Kecamatan Bakongan Timur.

Ketegangan dipicu gara-gara kisruh antara tim PSJS Gampong Jambo Manyang, Kecamatan Kluet Utara versus tim Kompas Gampong Pasie Seubadeh, Kecamatan Bakongan Timur. Persoalan kedua tim ini tak kunjung selesai meskipun sudah ada upaya mediasi perdamaian oleh PSSI bersama pejabat terkait jajaran Pemkab setempat.

Kisruh berawal dari pertandingan babak delapan besar antara PSJS Jambo Manyang Vs Kompas Pasie Seubadeh pada Kamis sore, 20 April 2017. Pertandingan yang berakhir drow dengan skor 1 : 1 tersebut, terpaksa berujung dengan pinalti. Namun sayang sepak pinalti yang berlangsung hingga menjelang magrib tersebut juga berakhir draw dengan skor 5 : 5.

Karena hari sudah malam, pihak wasit bersama inspektur pertandingan memutuskan untuk melanjutkan sepak pinalti kedua club tersebut pada Jumat, 21 April 2017 sekitar pukul 15.15 WIB.

Persoalan muncul karena disaat sepak pinalti lanjutan tersebut hendak digelar pada Jumat sore, dari lima orang pemain Kompas Pasie Seubadeh yang pada Kamis sore lalu masuk dalam skuat pemain penembak pinalti, salah seorang diantaranya tidak dapat hadir karena keluarganya sakit.

Karena skuat timnya kurang satu, kemudian pelatih Kompas mengambil pemain lainnya agar genap lima orang. Namun keputusan tersebut ternyata tidak bisa diterima oleh tim PSJS Jambo Manyang. Mereka meminta agar sepak pinalti tahap pertama tersebut harus dilakukan oleh 5 orang pemain sebelumnya, karena pemain Kompas kurang satu maka sepak pinalti tahap pertama pada jumat sore tersebut harus dengan formasi 4 : 5. Empat orang dari tim Kompas dan lima orang dari tim PSJS.

Official tim Kompas Pasie Seubadeh, TM Nazmin mengatakan, permintaan tim PSJS Jambo Manyang tersebut jelas-jelas ditolak oleh tim Kompas. Soalnya berdasarkan peraturan pertandingan terhadap pemain yang berhalangan hadir pada sepak pinalti lanjutan bisa diambil pemain lainnya yang masuk dalam skuat club sebuah pertandingan.

Karena terjadi penolakan dari para pihak, kata dia, akhirnya Inspektur Pertandingan (IP) H Rustam SE mengambil sikap menghubungi IP PSSI Provinsi Aceh di Banda Aceh. Ternyata dalam penjelasannya, IP PSSI Provinsi Aceh juga mengutarakan bahwa diperbolehkan untuk mengambil pemain lain jika pemain sepak pinalti dalam sebuah club berhalangan hadir.

Opsi kedua, jikapun sepak pinalti tetap dilanjutkan tanpa ada penambahan pemain yang berhalangan hadir, maka sesuai aturan harus diambil dari jumlah terkecil yakni jika merujuk pada kasus tim Kompas Vs PSJS pemain sepak finaltinya harus dengan formasi 4 : 4.

Saat H Rustam menghubungi IP Provinsi Aceh tersebut suara HP dibesarkan sehingga didengar oleh perwakilan kedua tim. Namun sayang, penjelasan dari IP Provinsi tersebut tidak bersedia dituruti oleh tim PSJS. Sehingga terus terjadi perdebatan hingga selesai magrib. Anehnya, setelah selesai magrib itu tiba-tiba H Rustam mendatangi tim Kompas memaksa harus tetap sepak Finalti dengan formasi 4 : 5.

“Mendengar pernyataan ini, tim Kompas meminta kepada H Rustam agar menyatakan saja tim Kompas WO melalui sebuah surat, tapi pernyataan itu tidak berani diakomodir oleh Rustam,” ungkap TM Nazmin.

Karena tidak ada juga kejelasan, lanjut dia, akhirnya sekitar pukul 19.30 WIB pada Jumat, 21 April 2017 pemain dan official tim Kompas pulang. Namun, aksi protes dari tim Kompas tidak digubris oleh inspektur pertandingan H Rustam, buktinya secara tiba-tiba pada malam itu dalam suasana gelap gulita hanya menggunakan penerangan lampu sepeda motor H Rustam mempersilahkan pihak tim PSJS Jambo Manyang, Kluet Utara untuk sepak pinalti meskipun tanpa ada penjaga gawang dari tim Kompas.

Karena tidak bisa menerima keputusan IP secara sepihak tersebut, kemudian official tim Kompas mendatangi pihak panitia pertandingan dan IP pada Sabtu, 22 April 2017 mempertanyakan keputusan yang dinilai di luar aturan tersebut. Namun perdebatan yang berlangsung sejak sore hingga menjelang malam di lokasi turnamen di Suak Bakong, Kluet Selatan tetap juga tidak membuahkan hasil.

Menurut TM Nazmin, keputusan IP yang terkesan diskriminatif tersebut terus berbuntut panjang. Soalnya keputusan IP meng-WO-kan tim Kompas tanpa dasar dan alasan yang jelas itu telah menyulut emosi ratusan warga Kecamatan Bakongan Timur khusus warga Gampong Pasie Seubadeh.

Namun untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, kemudian pihak official tim Kompas bersama aparat desa Pasie Seubadeh mengirim surat protes ke Ketua PSSI Aceh Selatan dan Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II tersebut.

“Surat protes yang dikirim pada Sabtu 22 April 2017 itu sangat cepat di respon oleh PSSI Aceh Selatan. Buktinya Ketua PSSI yang juga Wakil Bupati Aceh Selatan Kamarsyah bersama pejabat terkait dan pejabat Polres langsung menggelar rapat pada Senin 24 April 2017 di Rumah Dinas Camat Kluet Selatan,” ujar TM Nazmin.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua PSSI yang juga Wabup Aceh Selatan, Kamarsyah tersebut diputuskan bahwa akan digelar sepak pinalti susulan antara tim PSJS Vs Kompas pada Jumat 28 April 2017 di lapangan Suak Bakong, Kluet Selatan lokasi digelarnya turnamen.

Namun sayangnya keputusan tersebut di tolak mentah-mentah oleh tim PSJS Jambo Manyang. Mereka tetap merujuk pada hasil sepak pinalti pada Jumat sore yang telah dimenangkan oleh tim PSJS dan tim Kompas sudah WO sesuai keputusan IP dibawah pimpinan H Rustam SE.

Karena jalanya rapat semakin memanas sementara keputusan yang telah diambil tidak diterima oleh salah satu pihak, akhirnya pihak PSSI memutuskan bahwa persoalan tersebut akan di bawa dalam rapat tingkat kabupaten dalam waktu dekat. Sementara sebelum kisruh antara tim PSJS versus tim Kompas belum ada titik temu maka turnamen piala Bupati Aceh Selatan Cup II tersebut dihentikan dulu tidak boleh dilanjutkan lagi.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *