,

Mantan Wartawan Tewas Disapu Ombak Saat Syuting

TAPAKTUAN – Darul Qutni CH (58) warga Desa Tepi Air, Kecamatan Tapaktuan ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terapung di perairan laut sekitar lokasi objek wisata Tapak Tuan Tapa, Jumat, 22 Juli 2016.

Pria yang pernah bergelut di dunia jurnalis yang juga berstatus sebagai guru PNS ini meninggal dunia akibat disapu ombak besar saat sedang mengambil gambar video (syuting) dengan crew DAAI TV, Medan, Sumatera Utara.

Kedatangan korban bersama tiga crew DAAI TV serta seorang pendamping bernama M Reza (28) warga Desa Gampong Padang, Kecamatan Tapaktuan ke lokasi objek wisata bernilai sejarah itu dalam rangka melakukan liputan tentang budaya dan potensi wisata alam yang ada di Aceh Selatan.

Saat sedang melakukan syuting persis di lokasi objek wisata Tapak Tuan Tapa yang berada di Gunung Lampu, Desa Pasar, Kota Tapaktuan, sekitar pukul 10.00 WIB tiba-tiba datang angin kencang disertai gelombang tinggi mencapai 5 meter lebih.

Pihak Crew DAAI TV sempat menghentikan acara syuting dan mereka sempat meminta korban segera naik ke atas namun naas menimpa korban dan M Reza. Sebab secara tiba-tiba datang ombak laut yang sangat deras menghantam mereka.

Setelah disapu ombak, Darul Qutni dan M Reza terseret arus laut, namun M Reza sempat memegang batu karang sehingga tidak sampai terseret arus ke dalam laut, sedangkan Darul Qutni tidak sempat memegang batu karang sehingga terseret ke dalam laut sampai akhirnya ditemukan telah meninggal dunia.

Salah seorang korban selamat bernama M Reza menuturkan, saat acara syuting dihentikan karena secara tiba-tiba datang angin kencang, Darul Qutni telah menunjukkan sebuah sikap yang terkesan aneh karena ketika diminta segera naik ke atas korban justru menolaknya dengan alasan menghabiskan rokok terlebih dulu.

“Korban sempat menyatakan menghabiskan rokok dulu, saat itulah secara tiba-tiba datang ombak besar yang cukup deras menghantam. Kami sempat berpegangan tangan dan sama-sama diseret arus, saya sempat memegang batu karang sedangkan korban terlepas dari tangan saya dan langsung terseret ke dalam laut,” kata M Reza.

M Reza yang selamat dari musibah itu langsung melaporkan peristiwa itu kepada penjaga objek wisata dan selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian dan BPBD serta Satgas SAR Aceh Selatan.

Korban yang terlihat dari atas gunung Lampu sedang terapung dalam laut tidak jauh dari lokasi objek wisata Tapak Tuan Tapa, akhirnya sekitar pukul 10.44 WIB berhasil diambil oleh nelayan setempat menggunakan boat dan selanjutnya di evakuasi ke Pelabuhan Bongkar Muat Barang, Tapaktuan.

Kapolsek Tapaktuan, AKP Mustafa AR menyatakan, pihaknya telah meminta keterangan dari pihak Crew DAAI TV, Medan, Sumatera Utara menyangkut kejadian yang merenggut nyawa tokoh ahli sejarah yang juga sebagai penulis buku legenda Tuan Tapa di Kabupaten Aceh Selatan tersebut.

Mustafa menyebutkan, tiga orang crew DAAI TV asal Medan, Sumatera Utara yang terlibat dalam kegiatan syuting di objek wisata Tapak Tuan Tapa tersebut masing-masing adalah Vandi (26) pekerjaan Jurnalis beralamat di Jalan Giro Nomor 64 Kompleks Deli Raya Medan Deli, Kota Medan. Hartono (40) pekerjaan Jurnalis beralamat Jalan Tuamang Nomor 44 Kota Medan dan Kumari Dewi Puri S (27) pekerjaan Jurnalis beralamat Jalan Mohon Sidi Nomor 2A Kota Medan.

“Ketiga crew DAAI TV termasuk korban selamat bernama M Reza sejauh ini masih berstatus saksi yang melihat langsung kejadian naas itu,” jelasnya. [Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *