,

Mantan Pejabat BPN Jadi Tersangka Jual Beli Hutan Lindung

BLANGKEJEREN – Polisi menetapkan tersangka baru dalam kasus jual beli hutan lindung di daerah Genting, Kecamatan Pining, Gayo Lues. Penetapan tersangka baru ini bermula dari penetapan dua orang tersangka yang sebelumnya sudah ditahan pihak kepolisian.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendy Oktama, Rabu malam, 4 Juli 2018 mengatakan, tersangka yang baru ditetapkan itu merupakan mantan Pejabat BPN Gayo Lues yang saat ini menjabat di BPN Aceh Jaya berinisial AK (42). “Saat ini tersangka sudah kita tahan di Mapolres Gayo Lues guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah kasus jual beli hutan lindung itu terkuak, polisi langsung memeriksa saksi-saksi dan menetapkan SO warga desa Kampung Jawa sebagai tersangka, ia diduga terlibat memasukan data otentik untuk pembuatan sertifikat prona hutan lindung bersama tersangka berinisial SM (37) warga desa Ujung Dah, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.

SM diduga membantu atau melancarkan SO dalam memasukan keterangan palsu dalam data otentik hingga 250 hektar hutan lindung di daerah Genting, Desa Gajah, Kecamatan Pining bisa dibuatkan sertifikatnya oleh BPN dengan total sertifikat mencapai 145 persil, dan semua sertifikat itu dibuat dari prona program pemerintah RI.

Akibat sudah disertifikatkan hutan lindung itu, pihak-pihak tertentupun mengambil kesempatan dengan cara melakukan jual beli dengan warga luar daerah Gayo Lues, seperti dijual ke warga Tapanuli dan Sumatra, sehingga hutan lindung itu ditebang menjadi gundul dan sebagian ditanam serai wangi.

“Para tersangka kita sangkakan melanggar Pasal 266 KUHP tentang memasukan keterangan palsu kedalam data otentik dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” katanya. [Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *