,

Maling Motor Kehilangan Motor

Bermaksud mengambil sepeda motor curian yang sudah lima hari disembunyikan di semak-semak, maling motor malah kehilangan sepeda motor karena dibakar massa, plus babak belur dibogem warga.

Inilah kisah malang sang maling berinisial AP. Awal cerita, kawan AP mencuri sepeda motor milik Aman Karo, warga desa Anak Reje, Blangpegayon, Gayo Lues. Usai mencuri, ternyata barang curiannya itu disembunyikan di semak-semak dekat desa tersebut. Cari aman, sebelum sepeda motor itu dibawa keluar.

Sang kawan maling itu kemudian menjumpai AP, memberikan penawaran harga. Lima hari berlalu, AP dan kawannya itu datang ke lokasi sepeda motor curian disembunyikan, Kamis malam, 12 Januari 2017.

Setelah memastikan lokasi aman, dalam remang malam AP mengeluarkan sepeda motor tersebut dari semak-semak, sementara kawannya mengendarai pelan sepeda motor mereka sambil memantau keadaan.

Naas bagi mereka, ternyata sepeda motor curian itu tak bisa dihidupkan, AP pun mendorongnya untuk membawa keluar dari desa Anak Reje. Tiba-tiba seorang warga melintas dan melihat hal itu. Yakin bahwa itu sepeda motor yang hilang lima hari lalu, warga itu pun melapor ke penduduk setempat.

Walhasil, warga ramai-ramai mendatangi lokasi. Sampai di sana mereka melihat AP sedang sibuk mendorong sepeda motor curian, sementara kawannya langsung melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya di jalan ketika melihat kedatangan warga.

Babinkantibnas Desa Porang, Syahbuddin menceritaan. Mengetahui penangkapan maling tersebut, Jumat malam, 13 Januari 2016 sekitar pukul 23.39 WIB ia menuju desa Anak Reje dan melihat AP sudah babak belur dibogem warga.

“Tersangka merupakan warga Terangun, ditangkap ketika sedang mendorong sepeda motor curian di daerah perbatasan Desa Anak Reje dengan Desa Kute Bukit. Karena kesal tak menemukan seorang lagi, warga membakar sepeda motor yang ditinggalkan maling itu,” ungkapnya.

Kepada warga, AP mengaku bukan dia pencurinya. Ia hanya penadah. Ia datang ke lokasi itu untuk mengambil sepeda motor curian setelah menyepakai harga jual dengan kawannya yang melarikan diri itu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, AP kini harus mendekam dalam bilik jeruji besi sambil menunggu kasusnya di sidangkan. Sementara sang kawan sudah raib tak tahu kemana rimbanya.[Win Porang]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *