,

Makan Kaca, 21 Siswa Masuk Rumah Sakit

BLANGKEJEREN – Sejumlah 21 siswa di Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Blangpegayon terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gayo Lues setelah mengalami sakit akibat makan kaca. Polisi kemudian mengamankan oknum guru di sekolah tersebut.

Kapolres Gayo Lues AKBP Bhakti Ery Nurmansyah melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama Sabtu malam, 26 November 2016 mengungkapkan, oknum guru tersebut terpaksa diamankan untuk menghindari amukan dari keluarga murid yang saat ini anak-anaknya masih dalam perawatan intensif.

“Belum saya ketahui berapa orang jumlah murid yang memakan kaca hingga akhirnya dirawat di RSUD, anggota masih di lapangan memastikan siapa nama siswa dan berapa orang jumlahnya,” jelas Kapolres.

Begitu juga dengan nama oknum guru yang diamankan pihak Kepolisian, Kasat Reskrim mengaku belum menerima laporan dari anggotanya terkait siapa nama dan berapa orang jumlah guru yang diamankan.

“Memang benar ada oknum guru SD Negeri 2 Blangpegayon yang kita amankan, sekarang posisinya sedang dalam perjalanan menuju kantor Polres Gayo Lues, namun untuk namanya belum dilaporkan anggota, nantilah saya kabarin lagi informasinya,” terangnya.

Munculnya informasi siswa makan kaca dirawat di RSUD Gayo Lues bermula dari beberapa pengguna media sosial membuat status keprihatinanya terhadap oknum guru yang diduga mengajari siswanya memakan kaca hingga menjadi korban dan dirawat intensif di RSUD, hal seperti itu dihimbau agar tidak dilakukan oknum guru lainya yang ada di Gayo Lues.

Hasan Kepala Sekolah SD Negeri 2 Blangpegayon (SD Temetas) yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan adanya kejadian muridnya memakan kaca hingga dirawat di RSUD, namun semua itu bukan atas perintah oknum guru hingga siswanya memakan kaca.

Menurut Hasan, krnologis kejadianya bermula saat jam terakhir pelajaran di salah satu kelas diajari oleh guru Bahasa Indonesia berinisial ES, pelajaran saat itu adalah tentang mengarang sesuai yang tertera dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia.

“Saat pelajaran mengarang sedang berlangsung, ada siswa bercerita tentang temanya yang bisa memakan kaca, namun didegar oleh guru yang mengajar ini, kemudian guru Bahasa Indonesia ini menjelaskan kepada siswa tidak boleh sembarangan memakan kaca, kalaupun mau memakan kaca harus mengerti dulu dari mana asal usulnya, beserta mantranya, kalau memang sudah tau, kaca yang dimakan akan menjadi air,” kata Kepsek menirukan yang dikatakan guru kepada siswanya.

Setelah pulang Sekolah, siswa SD tersebut langsung mencoba memakan kaca, sehingga 17 murid yang berasal dari desa Kutebukit dan Empat siswa SD dari desa Bener Baru Kecamatan Blangpegayon mencoba memakan kaca hingga akhirnya dirawat di RSUD Gayo Lues.

“Perlu diketahui, siswa itu bukan di suruh memakan kaca ataupun diajari memakan kaca, hanya saja dewan guru menjelaskan jagan sembarangan memakan kaca kalau belum tahu mantra dan asal usul kaca itu sendiri dari kayu, dan hingga sekarang saya belum tahu kalau oknum guru itu diamankan pihak kepolisian guna menghindari amukan orang tua murid,” terangnya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *