,

Makam Raja Trumon Terbengkalai

TRUMON – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dinilai kurang peka terhadap pelestarian situs sejarah makam Raja Trumon, Tgk H Jakfar di Gampong Keude Trumon, Kecamatan Trumon.

Ahli waris Raja Trumon, Tgk Raja Aceh mengungkapkan, keberadaan makam tersbut terancam hancur akibat digerus akar pohon beringin, makam itu juga sudah mulai diselimuti lumut dan semak belukar sehingga sudah menghilangkan keindahan situs purbakala tersebut.

“Akar pohon beringin sudah masuk ke dalam makam raja serta terus menerjang bangunan makam, akibatnya sebagian bangunan terlihat sudah mulai rusak. Selain itu lumut yang terus menutupi makam sudah merusak batu nisan sehingga tulisan Arab yang ada di batu nisan tersebut sudah hilang,” kata Teuku Raja Aceh.

Menurutnya, perhatian yang selama ini diberikan oleh Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait dengan hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 350.000/bulan, dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan, sehingga upaya perawatan makam tidak bisa berjalan maksimal selama ini.

Seharusnya, sambung Teuku Raja, Makam Raja Trumon yang merupakan tokoh pejuang melawan penjajah kolonial Belanda zaman dulu, harus mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah untuk menjaga dan menjamin kelestariannya, sehingga peninggalan sejarah itu bisa menjadi bukti sejarah pada generasi penerus bangsa ke depannya.

“Makam Raja Trumon ini merupakan salah satu cagar budaya bernilai sejarah peninggalan zaman dulu di Aceh Selatan karena di lokasi bekas Kerajaan Trumon tersebut terdapat benteng peninggalan Raja Trumon seperti meriam, istana raja, tempat percetakan uang, bendera (alam keramat), silsilah raja Trumon dan sejumlah mata uang Kerajaan Negeri Trumon,” lanjut Teuku Raja Aceh.

Teuku Raja Aceh menegaskan bahwa, jika Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait tidak mampu lagi menjaga kelestarian benda peninggalan sejarah tersebut, maka pihaknya meminta supaya pengelolaan Makam Raja Trumon diserahkan kepada pihak ahli waris.

“Jika Pemkab Aceh Selatan tidak mampu lagi melestarikannya, maka kami meminta supaya pengelolaan makam tersebut diserahkan kepada ahli waris. Kami sanggup melestarikan makam tersebut dengan baik seperti yang diharapkan,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kadisbudparpora Aceh Selatan, Halimatussakdiah mengatakan,
tidak maksimalnya pengelolaan Makam Raja Trumon selama ini disebabkan karena keterbatasan anggaran yang tersedia dalam APBK. Meskipun demikian, pihaknya tetap terus berupaya mencari sumber pendanaan dari berbagai pihak sehingga pengelolaan Makam Raja Trumon bersama sejumlah cagar budaya lainnya di Aceh Selatan dapat terlaksana sesuai yang diharapkan.

“Salah satu langkah yang telah kami lakukan adalah sudah mengusulkan proposal bantuan anggaran ke Komisi X DPR RI yang membidangi terkait Kebudayaan dan Pariwisata. Hasil konfirmasi terakhir proposal tersebut telah ditindaklanjuti dan akan direalisasikan dalam waktu dekat ini, kami sedang menunggu panggilan dari Kementerian terkait,” kata dia.

Sedangkan terkait keberadaan Pohon Beringin yang terus mengancam keberadaan Makam Raja Trumon, Halimatussakdiah berjanji akan mengkoordinasikan persoalan itu dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *