,

Mahasiswa Dilarang Terlibat Politik Praktis

TAPAKTUAN – Sejumlah 165 mahasiswa Universitas Islam Negeria (UIN) Ar Raniry, Banda Aceh yang sedang menjalankan praktek profesi keguruan dan Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) di 10 kecamatan di Aceh Selatan, dilarang terlibat dalam politik praktis.

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Aceh Selatan, Kamarsyah saat menerima 165 mahasiswa KPM tersebut di halaman Kantor Bupati Aceh Selatan, di Tapaktuan, Selasa, 31 Januari 2017.

“Kami atas nama pemerintah daerah mengharapkan kepada para mahasiswa UIN Ar-Raniry tidak tersusupi dengan kegiatan-kegiatan lain di luar nuansa pengabdian, pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Apalagi mengarah kepada kegiatan politik serta menyimpang dari syari’at Islam,” kata Kamarsyah.

Kamarsyah menyatakan, seluruh mahasiswa tersebut akan ditempatkan di 10 kecamatan. Ke 10 kecamatan tersebut adalah Labuhanhaji Barat, Labuhanhaji Tengah, Meukek, Sawang, Samadua, Tapaktuan, Pasie Raja, Kluet Utara, Kluet Tengah, Kluet Selatan dan Kota Bahagia.

Dalam melaksanakan kuliah pengabdian masyarakat tersebut, Wakil Bupati Aceh Selatan mengharapkan kepada para mahasiwa agar tidak keluar dari koridor aturan dengan senantiasa memperhatikan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh pihak universitas dan selalu berkoordinasi dengan Muspika.

“Tolong jaga nama baik kampus dan norma-norma agama serta adat istiadat setempat. Kepada para camat saya minta agar terus memonitor dan membantu tugas-tugas yang dilaksanakan mahasiswa sehingga dapat diselesaikan dengan baik sesuai harapan kita semua,” pintanya.

Kamarsyah juga mengharapkan, melalui kegiatan tersebut para mahasiswa dapat melakukan proses transfer pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh semasa mengikuti perkuliahan sesuai disiplin ilmu masing-masing sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan KPM, para mahasiswa mempunyai kesempatan untuk melakukan pengabdian dan pembelajaran kepada masyarakat melalui program yang telah disiapkan sesuai dengan dinamika, karakteristik dan perkembangan masyarakat setempat dan juga menggali potensi yang ada untuk dapat dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat,” harap Kamarsyah.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Ar-Raniry, Junaidi Rasda menjelaskan, para mahasiswa yang melaksanakan praktik kerja lapangan dan pengabdian masyarakat di Aceh Selatan seluruhnya berjumlah 165 orang dari Fakultas Tarbiyah.

“Mereka berasal dari Jurusan Tarbiyah Pendidikan Agama, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Kimia, Biologi dan Matematika. Ada dua tugas pokok dan fungsi utama yang wajib dilaksanakan oleh para mahasiswa saat terjun ke lapangan. Pertama adalah karena mereka berasal dari jurusan guru maka harus belajar praktik profesi guru. Mereka juga wajib melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui kerja nyata di lapangan,” jelasnya.[Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *