,

LPJK Ungkap Penyebab Runtuhnya Jembatan Tanipah

BANJARMASIN – Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kalimantan Selatan menduga ada dua hal yang bisa menjadi penyebab runtuhnya jembatan Tanipah di Kabupaten Barito Kuala, bisa karena kegagalan konstruksi, bisa juga karena faktor alam.

Ketua LPJK Kalimantan Selatan, Subhan Syarief dalam pertemuan dengan tim Komisi V DPR RI yang melakukan kunjungan kerja (Kunker) spesifik ke Tanipah menjelaskan, jika runtuhnya jembatan yang baru berusia 1,5 tahun itu bisa disebabkan oleh faktor alam, maka harus dideteksi lebih dulu sebelum pekerjaan berlangsung, misalanya ada banjir, gempa, atau pergeseran tanah.

Karena itu kata Subhan Syarief, konsultan perencana harus melakukan identifikasi lebih awal sebelum bangunan berdiri. Bahkan, jika akibat bencana alam, saat dilakukan kajian ada pula legalitas dari instansi pemerintah terkait bahwa di kawasan tersebut rawan bencana alam. Sementara jika itu terjadi karena kegagalan konstruksi, maka terjadi kelalaian teknis, seperti indikasi tindakan rekayasa, bisa juga dugaan mark up dalam proyek.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, H Firmandez meminta agar kedua hal tersebut diteliti sehingga dapat diambil kesimpulan akibat runtuhnya jembatan bernilai Rp 17,5 miliar itu. “Untuk mengetahui penyebab pastinya, sangat pentin dientuk tim ahli untuk melakukan kajian dan penelitian runtuhnya jembatan itu,” jelas H Firmandez.

Sementara Kepala Bina Marga Kabupaten Barito Kuala, Edy Supriadi menduga ambruknya jembatan tersebut diduga karena faktor alam. Alasannya, hal itu bisa dilihat dari kondisi penurunan pilar jembatan yang merata.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Kuala, Ardiansyah menjelaskan, jembatan tersebut ambruk karena tiang pacang utama amblas ke sungai hingga menyebabkan bagian tengah jembatan roboh.

Dugaan penyebab lainnya disampaikan Kepala Desa Bangkit Baru, Muhammad Alex, ia menduga jembatan itu patah karena pertemuan beberapa arus sungai yang mengalir di bawah jembatan. Karena hantaman arus yang terus menerus menyebabkan pilar jembatan bergeser hingga jembatan ambruk.

“Banyak faktor bisa jadi penyebab, pemerintah harus segera membentuk tim ahli agar semuanya menjadi jelas. Apa yanga kami temukan dalam kunjungan kerja ini, akan kami bahas di rapat-rapat di DPR dengan kementrian terkait, karena ini juga bentuk dari fungsi pengawasan kami di dewan, yang nantinya juga berkaitan dengan fungsi penganggaran tahun selanjutnya. Jangan sampai hal seperti di Tanipah ini terjadi di daerah lain,” jelas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *