Longsor Tutup Badan Jalan Tapaktuan – Medan

0
153

TAPAKTUAN – Dua titik tanah longsor menimbun badan jalan negara di kawasan gunung Tapaktuan tepatnya di sekitar gunung Jambo Hatta, Desa Lhok Reukam, Kecamatan Tapaktuan, Minggu, 24 Maret 2019 sekitar pukul 18.56 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kejadian longsor itu mengakibatkan arus transportasi lintasan nasional Tapaktuan – Medan, maupun sebaliknya lumpuh total selama beberapa jam. Pantauan wartawan di lokasi, antrian kendaraan roda empat dan roda dua dari kedua arah tampak mengular (berjejer) mencapai beberapa kilometer.

Pemkab Aceh Selatan telah menerjunkan dua unit alat berat ekskavator milik BPBD dan Dinas PUPR ke lokasi, untuk membersihkan material tanah longsor yang bercampur batu dan pohon-pohon kayu ukuran kecil dan sedang yang menutup total badan jalan.

Proses pembersihan material tanah longsor diatas badan jalan ini terlihat langsung dipimpin Kepala BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP dan Kasat Lantas Polres Aceh Selatan, AKP Wiet Dasmara yang tampak turun langsung di lokasi kejadian.

Petugas yang di turunkan antara lain, petugas Satgas PB BPBD, petugas TRC dan petugas Damkar BPBD. Petugas Pusdalops PB BPBD dan TNI/Polri, relawan RAPI serta masyarakat sekitar.

Sampai Minggu malam pukul 22.30 WIB, proses pembersihan material tanah longsor yang menimbun badan jalan di kawasan gunung Tapaktuan masih terus berlangsung dan lalu lintas kendaraan dari kedua arah masih diberlakukan sistem buka tutup untuk menghindari macet parah dilokasi kejadian.

Kasat Lantas Polres Aceh Selatan, AKP Wiet Dasmara melaporkan bahwa untuk membantu proses pembersihan material tanah longsor, Polres setempat menerjunkan sebanyak 6 orang personil Sat Lantas, 8 orang personil Sat Sabhara, 20 orang personil BPBD, 6 orang personil Polsek Tapaktuan dan 6 orang Personil PPK 12 PU Bina Marga.

“Kegiatan pembersihan jalan nasional Tapaktuan – Medan yang tertimbun tanah longsor telah selesai di bersihkan sekitar pukul 23.00 WIB. Situasi saat ini sudah aman dan arus lalu lintas sudah lancar kembali,” ungkapnya.

Selain tanah longsor, BPBD Aceh Selatan juga melaporkan bahwa, dampak hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut, telah mengakibatkan sebanyak 11 desa di 3 kecamatan terendam banjir setinggi 30 – 50 centi meter.

Banjir ini selain merendam puluhan rumah penduduk juga merendam berbagai fasilitas umum milik pemerintah seperti rumah sakit, rumah sekolah, masjid, badan jalan sampai lahan pertanian milik masyarakat.

Berdasarkan data yang di sampaikan BPBD, Kecamatan Pasie Raja ada 5 desa terendam banjir masing-masing Ladang Teungoh, Krueng Kalee, Panton Bili, Silolo dan Ladang Tuha.

Kecamatan Tapaktuan juga ada 5 desa masing-masing Lhok Bengkuang, Gunung Kerambil, Batu Itam, Panjupian, dan Gampong Hilir. Ditambah Kecamatan Kluet Timur 1 desa yakni Buloh Didi.

“Untuk desa yang terkena dampak banjir di wilayah Kluet Raya, belum bisa diberikan penanganan secara maksimal karena akses jalan ke wilayah itu belum normal karena tertimbun longsor di kawasan Gunung Jambo Hatta Lhok Reukam,” kata Kepala BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma.[HM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here