Listrik Sudah 11 Hari Padam, 7 Desa Gelap Gulita

0
244

BLANGKEJEREN – Warga tujuh desa di Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues kembali hidup dalam kegelapan. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Aih Nuso sejak 11 hari yang lalu padam. Akibatnya, warga kembali memasak menggunakan kayu bakar dan proses belajar mengajar di beberapa sekolah terganggu.

Naim Aman Ujek, warga Gumpang Lempuh, Senin, 9 Oktober 2017 ketujuh desa yang tak lagi menerima pasokan arus listrik tersebut adalah desa Meloak Satu, Meloak Dua, Gumpang Pekan, Gumpang Lempuh, Ramung, Putri Betung, dan desa Uning Pune.

“Selama ini setiap bulan selalu dipungut uang kas dari masyarakat, dan yang melakukan pemungutan adalah petugas dari PLTMH Aih Nuso, tapi listrik mati sudah 11 hari ini,” ungkapnya.

Ia berharap kepada pihak Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) PLTMH agar bekerja profesional, supaya warga bisa menikmati listrik dengan baik. “Jangan hanya memungut uang saja, sedangkan layanannya tidak ada,” pintanya.

Direktur BLUD PLTMH Aih Nuso, Rahman Aman Sarjana membenarkan saat ini listrik di tujuh desa Putri Betung mati, dan penyebabnya adalah plat del pembangkit listrik itu putus. “Setelah kami teliti ternyata polinya yang bermasalah, jadi harus dipesan dulu barangnya ke Medan,” katanya.

Harga poli del itu sendiri kata Rahman mencapai Rp 60 juta dengan waktu pemesanan mencapai tiga minggu, ia memperkirakan, listrik di daerah Putri Betung akan tetap mati selama higga 10 hari kedepan sesuai dengan yang dikatakan mekaniknya.

“Kami minta kepada warga agar bersabar, karena posisi sekarang, alatnya saja masih belum sampai ke Gayo Lues, setelah itu baru bisa dipasang dan dihidupkan seperti biasanya,” pungkasnya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here