,

Listrik Mati Saat Bupati Hendak Berpidato

TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra kesal dan turun dari podium karena listrik mati ketika hendak berpidato. Meski sempat berpidato tanpa mikrofon, suaranya tak terdengar oleh semua hadirin.

Peristiwa itu terjadi, Selasa, 28 Februari 2017 sekitar pukul 10.30 WIB di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan pada acara penyerahan pagu indikatif dana desa kepasa 260 gampong di negeri pala tersebut.

HT Sama Indra sangat kecewa dan marah besar kepada pihak PT PLN Rayon Tapaktuan serta kepada Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setdakab Aceh Selatan, Tahta Amrullah.

Awalnya, meskipun listrik PLN sudah padam namun HT Sama Indra sudah berada di podium terus melanjutkan berpidato tanpa menggunakan pengerus suara selama beberapa saat. Namun karena faktor ramainya peserta acara yang hadir serta besarnya gedung, sehingga suara Bupati yang sedang berpidato tidak terdengar sama sekali sehingga akhirnya ia memilih turun dari podium.

“Sudah dari dulu saya minta supaya disediakan wireless microphone di gedung ini tapi sampai sekarang belum ada. Jika saja ada maka saat lampu PLN padam seperti sekarang ini, pembicara yang mengisi acara di gedung ini masih dapat berbicara sehingga tidak terganggu,” kata HT Sama Indra dengan nada kesal.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya HT Sama Indra meninggalkan Gedung Rumoh Agam dengan didampingi pejabat Forkopimda berjalan kaki menuju Pendopo. Insiden ini mengundang perhatian ratusan keuchik yang memenuhi gedung rumah agam termasuk para tamu undangan lainnya.

Setelah menunggu selama lebih kurang sekitar 30 menit, lampu listrik PLN baru hidup kembali sekitar pukul 10.50 WIB. Bupati bersama pejabat Forkopimda yang sebelumnya sudah berada di Pendopo Bupati, akhirnya kembali lagi ke Gedung Rumah Agam untuk melanjutkan acara.

Kepala Bagian Humas Setdakab Aceh Selatan, Masriadi mengatakan pasca pemadaman listrik secara tiba-tiba itu, ia langsung ke kantor PLN Rayon Tapaktuan meminta agar listrik segera dihidupkan kembali karena Pemkab Aceh Selatan sedang menggelar acara di Gedung Rumoh Agam.

Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Emmifijal menyatakan terkait penyediaan genset ataupun wireless microphone di gedung rumah agam bukan tanggungjawab pihaknya, melainkan murni tanggungjawab pihak Bagian Umum setdakab selaku pengelola gedung.

“Itu bukan tugas kami, sebab kami menyewa pemakaian gedung ini dari mereka untuk acara hari ini,” ujar Emmifijal singkat.

Kabag Umum dan Perlengkapan Setdakab Aceh Selatan, Tahta Amrullah S.STP yang hendak dikonfirmasi terkait persoalan tersebut belum berhasil. Didatangi ke kantornya yang bersangkutan tidak berada di tempat, demikian juga saat dihubungi ke nomor ponselnya sedang tidak aktif.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Tapaktuan, Rahmat Syukran menjelaskan bahwa insiden pemadaman lampu listrik PLN secara tiba-tiba di seputaran Kota Tapaktuan pada Selasa sekitar pukul 10.30 WIB tersebut bukan kesengajaan pihaknya melainkan karena faktor non-teknis atau faktor alam.

“Pemadaman listrik itu disebabkan karena ada masyarakat yang memotong pohon kayu di wilayah Kecamatan Samadua terkena jaringan kabel PLN. Sehingga berimbas kepada suplai arus PLN di mana padam secara tiba-tiba. Hal itu di luar kuasa atau kemampuan kami yang pasti kami tidak dengan sengaja mematikan listrik. Apalagi kondisi mesin sekarang ini masih sangat bagus tidak ada persoalan apapun,” tegasnya.[Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *