,

Lintasan Abdya – Aceh Selatan Lumpuh Akibat Longsor

SAWANG – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Aceh Selatan pada Senin, 18 Juli 2016, dari sore hingga malam, mengakibatkan terjadinya tanah longsor di beberapa titik di kawasan Gunung Alue Kriet, Kecamatan Sawang dan kawasan Gunung Desa Panjupian, Kecamatan Tapaktuan.

Tanah longsor di kawasan Gunung Alue Kriet, perbatasan antara Kecamatan Sawang dengan Kecamatan Meukek telah mulai terlihat sejak pukul 18.00 WIB sore, namun tanah longsor tersebut tergolong tidak parah.

Seiring semakin derasnya intensitas hujan pada saat itu, sekitar pukul 22.00 WIB kejadian tanah longsor semakin parah. Bongkahan tanah longsor setinggi sekitar 3 meter menutupi badan jalan negara lintasan Tapaktuan – Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Tanah longsor yang terjadi di tiga titik dikawasan Gunung Alue Kriet tersebut mengakibatkan arus lalu lintas lintasan Abdya – Tapaktuan lumpuh total selama lebih kurang 3 jam.

Antrian kendaraan roda dua dan roda empat terlihat berjejer dari kedua arah. Kendaraan dari arah Tapaktuan terlihat mengantri mulai dari Desa Mutiara sampai Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sawang. Sedangkan kendaraan dari arah Blang Pidie mengantri mulai dari Desa Alue Meutuah sampai Desa Lhok Aman, Kecamatan Meukek.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Erwiandi, mengatakan, karena lintasan jalan Negara tersebut statusnya milik provinsi sehingga menjadi kewenangan pihak provinsi untuk menanganinya, maka pihaknya langsung mengkoordinasikan penanganan tanah longsor tersebut dengan pihak Satker 11 Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Aceh.

“Setelah kami koordinasikan, pihak Satker 11 BMCK Provinsi Aceh yang stanby di Blang Pidie langsung bergerak sekitar pukul 22.30 WIB ke lokasi. Namun kedatangan mereka agak sedikit terlambat karena terhalang tiang listrik PLN yang tumbang di atas badan jalan di Desa Labuhan Tarok Kecamatan Meukek,” kata Erwiandi.

Menurut Erwiandi, alat berat dozer yang dikerahkan oleh Satker 11 BMCK Provinsi Aceh baru sampai ke lokasi sekitar pukul 23.30 WIB malam dan setelah dilakukan langkah penanganan selama 1 jam, tumpukan tanah longsor ditiga titik di kawasan Gunung Alue Kriet, berhasil dibersihkan untuk sekedar lewat mobil. Pembersihan tanah longsor dikawasan Gunung Alue Kriet tersebut kembali dilanjutkan Selasa pagi , 19 Juli 2016, setelah itu arus lalu lintas jadi normal kembali.

Tanah longsor juga terjadi di kawasan Gunung Desa Panjupian, Kecamatan Tapaktuan pada Senin malam, 18 Juli 2016. Namun kejadian tanah longsor tersebut tidak sampai melumpuhkan lalulintas Tapaktuan – Medan karena tanah longsor hanya menutupi sebagian badan jalan.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Aceh Selatan juga mengakibatkan terjadi banjir genangan di Desa Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara setinggi pinggang orang dewasa. Pihak BPBD Aceh Selatan telah menyalurkan bantuan masa panik terhadap ratusan warga yang menjadi korban banjir genangan di Desa Krueng Batu pada Selasa pagi, 19 Juli 2016.

Banjir bandang juga terjadi Desa Lhok Aman dan Desa Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek yang merendam ratusan rumah penduduk di kawasan itu. Dampak dari bencana banjir bandang tersebut, ribuan warga mengalami krisis air bersih.

Kepala BPBD Aceh Selatan, Erwiandi telah mengkoordinasikan dengan pihak PDAM Tirta Naga Tapaktuan dan pihak KPDL KP agar segera menyuplai air bersih menggunakan mobil tanki ke Desa Labuhan Tarok dan Desa Lhok Aman.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *