,

Kualitas Guru Perlu Ditingkatkan

TEROPONGACEH – Kualitas guru di Kabupaten Pidie masih perlu ditingkatkan. Hasil uji kompetensi menunjukkan 86,34 persen guru di Pidie belum mampu menguasai materi dan tidak dapat mengajar dengan baik.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Murthalamuddin, Kamis, 7 Januari 2016 saat membuka Pelatihan Manajemen Sekolah Modul 3 untuk tingkat SMP/MTsN di Hotel Blang Asan, Pidie.

Pada pelatihan yang digelar Disdik Pidie bekerja sama dengan Usaid Prioritas itu, Murhalamuddin menginginkan masyarakat benar-benar terlibat dalam mengurus pendidikan.

“Dahulu lembaga pendidikan adalah bagian dari masyarakat yang mendidik anak-anak masyarakat. Masyarakat rela menjual padi dan sebagainya untuk memajukan pendidikan, seperti itulah besarnya tanggung jawab masyarakat terhadap sekolah, masa-masa seperti inilah yang sangat kami rindukan kembali terjadi di sekolah,” jelas mantan Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh itu.

Bukan tanpa alasan, kadis yang setiap pagi mengunjungi sekolah sembari menuju kantor tersebut mendapati masih terjadi praktik yang tidak baik di sekolah, misalnya ada sekolah yang kepala sekolahnya jarang datang ke sekolah,

“Masih ada sekolah yang tidak melaksanakan prosedur dengan baik, kami megakui tidak sanggup menjaga semua sekolah, oleh karena itu kami sangat harapkan bantuan komite untuk mengawasi sekolah, lapor kepada saya jika ada kejanggalan,” pinta Murthala.

Koordinator USAID Prioritas Pidie, Mashadi menjelaskan, pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti oleh 46 orang peserta yang berasal dari 8 SMP/MTs mitra Usaid Prioritas di Kabupaten Pidie. Para peserta pelatihan akan memperoleh berbagai materi seperti Kaji Ulang Kemajuan Sekolah, Pengelolaan Program Budaya Baca, Keterampilan Menyimak dalam MBS, Peran Kepsek, Guru, Komite Sekolah dan Pengawas dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran.

Peserta juga diajak untuk lebih memiliki berbagai strategi mengembangkan budaya baca di sekolahnya, antara lain dilakukan oleh guru yang membacakan teks bacaan sementara siswa mendengar dengan seksama.

“Dalam mengelola program budaya baca, beberapa sekolah sudah menerapkannya lebih dulu seperti sudut baca, wajib baca selama 15 menit sebelum mulai pelajaran, dan penghargaan pada siswa yang rajin membaca,” jelasnya.[ril]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *