,

Korban Perang Palestina Berbagi Kisah di Masjid Uleekareng

BANDA ACEH – Seorang remaja asal Palestina, Rabu siang, 7 Juni 2017 menceritakan kisah hidupnya yang melewati beberapa peperanan dahsyat di Gazam Palestina. Remaja dengan panggilan Alhafiz tersebut merupakan penduduk asli Gaza, tempat paling berkecamuk di Palestina.

Remaja berusia 19 tahun itu datang ke Aceh dibawa oleh Forum Dai Peduli Palestina, sebuah lembaga yang aktif menghimpun donasi untuk membantu warga Palestina korban perang melawan zionis Israel.

Alhafiz sudah menghafal 30 juz Alquran sejak berusia 14 tahun. Ia dengan tegar menceritakan kegetiran yang dialaminya selama tiga peperangan besar di Gaza, yakni perang 2009, 2012 dan perang 50 hari pada tahun 2014.

Alhafiz yang ditemani seorang penerjemah menjelaskan, Israel sudah lama ingin menghancurkan Masjidil Aqsha (masjid Qubbat As-Sakhrak). Beberapa terowongan bawah tanah telah digali Israel di bawah Masjidil Aqsha. Ruang bawah tanah itu sebagian digunakan Israel untuk ritual ibadah mereka, sebagian lagi untuk tempat berpesta pora.

Ia meminta umat muslim di Aceh, Indonesia dan diseluruh dunia untuk membantu warga Palestina dalam menyelamatkan Masjidil Aqsha, masjid bersejarah tempat Nabi Muhammad naik ke sidaratul muntaha saat israk mijrat. Batu yang menjadi pijakan Nabi Muhammad saat israk mijrah masih berada dalam masjid tersebut.

Setelah berkisah tentang perang yang dialami warga Palestina, khusunya Gaza, relawan dari Forum Dai Peduli Palestina juga melakukan pemutaran film dokumenter melalui infokus tentang kegetiran dan dahsyatnya peperangan di Palestina. Mereka juga membuka donasi untuk Palestina melalui rekening Bank Syariah Mandiri 7.999.67.9999 atas nama Dai Peduli Palestina.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *