,

Korban DBD di Aceh Selatan Terus Bertambah

TEROPONGACEH.COM | TAPAKTUAN – Korban Deman Berdarah Dengue (DBD) di Aceh Selatan terus bertambah, Dinas Kesehatan setempat dinilai belum bekerja maksimal, padahal dana untuk pencegahan DBD selalu dianggarkan.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi C DPRK Aceh Selatan, Adi Zulmanar, Senin, 5 September 2016 di Tapaktuan. Ia malah meminta Bupati HT Sama Indra mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan.

Politisi Partai Aceh (PA) ini menyatakan, kasus penyakit DBD yang telah menyerang belasan warga sejak beberapa bulan terakhir tidak bisa dianggap sepele, sebab temuan kasusnya terus bertambah setiap bulannya sehingga sudah meresahkan masyarakat.

“Langkah penanganan kasus seperti ini tidak cukup hanya dengan melakukan penyemprotan asap (fogging), sebab kasus yang sudah tergolong Kejadian Luar Biasa (KLB) ini harus ditangani secara massal dengan melibatkan seluruh stekholder terkait termasuk meningkatkan langkah sosialisasi kepada masyarakat luas untuk menjaga kebersihan lingkungan,” pintanya.

Hal yang sama ,juga disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRK Aceh Selatan Masridha. Ia meminta Bupati HT Sama Indra segera turun tangan memerintahkan pihak Dinas Kesehatan supaya segera melakukan langkah penanganan DBD secara maksimal.

“Solusi terakhir agar penanganan kasus ini lebih maksimal hanya dengan cara turun tangan langsung Bupati. Bertambahnya penderita DBD sejak beberapa bulan terakhir sudah sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kepala Bidang (Kabid) Keperawatan BLUD RS Yulidin Away Tapaktuan, Aslinda, jumlah masyarakat yang terjangkit DBD sehingga harus mendapat perawatan di rumah sakit tersebut dalam bulan Agustus 2016 mencapai 12 orang ditambah 5 orang terjangkit Demam Dengeu (DD) berdasarkan diagnosa dokter.

Aslinda menyebutkan, dari 12 orang yang terjangkit DBD tersebut tiga orang diantaranya masih anak-anak yang berumur di bawah 16 tahun ke bawah dan sisanya orang dewasa yang berumur 17 tahun ke atas. Dari jumlah itu, Kecamatan Sawang dan Tapaktuan tergolong yang paling banyak ditemukan kasus warganya terjangkit DBD yakni masing-masing berjumlah 5 orang, selain itu juga ada warga Samadua, Pasie Raja, Trumon Tengah dan Kluet Selatan.

“Jumlah itu khusus terhitung dalam bulan Agustus tahun 2016, sedangkan pada bulan September 2016 terhitung hingga Senin tanggal 5 sudah ada tiga orang yang terjangkit DBD saat ini sedang dirawat di rumah sakit Yulidin Away, dari tiga orang itu dua diantaranya berasal dari Kecamatan Sawang dan satu orang dari Kecamatan Pasie Raja,” ungkap Aslinda.

Dia memastikan bahwa, seluruh pasien DBD yang masuk ke rumah sakit Yulidin Away sejak bulan Agustus lalu, dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif paling lama selama satu minggu.

“Mereka tidak ada yang meninggal dunia dan juga tidak ada yang harus di rujuk ke Banda Aceh karena setelah dirawat paling lama satu minggu mereka dinyatakan sudah sembuh dan langsung di izinkan pulang ke rumah masing-masing oleh dokter,” jelasnya. [Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *