,

Korban Banjir Mulai Diserang Penyakit

TAPAKTUAN – Ratusan korban banjir di Aceh Selatan di posko pengungsian sejak Sabtu, 7 Januari 2017 mulai diserang penyakit gatal-gatal. Dinas Kesehatan Aceh Selatan membuka posko kesehatan di tiga titik pengungsian, yakni di Kompi Brimob dan Masjid Desa Cot Bayu, Kecamatan Tumon Tengah serta di Desa Ujong Pasir, Kecamatan Kluet Selatan.

“Masyarakat yang menempati posko pengungsian tersebut telah mulai mengeluh gatal-gatal mungkin disebabkan karena pengaruh terendam banjir. Sabtu kemarin langsung di dirikan tenda posko kesehatan dan ditempatkan tenaga medis di masing-masing posko pengungsian,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Selatan, Erwiandi di Tapaktuan, Minggu 8 Januari 2017.

Menurut Erwiandi, pada Sabtu sore kemarin pihaknya sempat menerima keluhan dari para tenaga medis yang stanby di lokasi pengungsian karena stok obat-obatan khususnya salap untuk mengobati penyakit gatal-gatal sudah habis. Namun hari ini (Minggu-red) sudah tertangani setelah Dinas Kesehatan memasok obat-obatan tambahan dari Gudang Tapaktuan dan dari sejumlah Puskesmas.

Erwiandi merincikan di pengungsian Kompi Brimob Trumon ada sebanyak 85 Kepala Keluarga (KK). Di lokasi pengungsian ini ada sebanyak 48 balita, 3 ibu hamil dan 15 orang lanjut usia. Di lokasi ini selain telah didirikan tenda posko kesehatan juga telah dikerahkan mobil dapur umum milik Pemkab Aceh Selatan.

Kemudian di lokasi pengungsian Masjid Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah ada 40 KK. Sedangkan di Kecamatan Kluet Selatan, ada sebanyak 58 KK yang mengungsi karena rumahnya sudah terendam banjir.

“Khusus di Ujong Pasir Kecamatan Kluet Selatan ini tidak didirikan tenda posko pengungsian. Karena para pengungsi lebih memilih tinggal di rumah sanak keluarganya di desa-desa tetangga. Untuk kebutuhan bahan makanan aparat desa setempat telah mendirikan dapur umum secara tradisional. Sedangkan kebutuhan bahan makanan di pasok oleh BPBK dan Dinas Sosial,” ungkapnya.

Masih menurut Erwiandi, 75 KK dari Desa Padang Harapan, Kecamatan Trumon yang sebelumnya pada Sabtu 7 Januari 2017 telah mengungsi ke Posyandu desa setempat juga telah meminta agar segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman karena luapan air semakin naik. “Warga harus dievakuasi ke luar desa itu. Saat ini petugas telah kami kerahkan ke lokasi sedangkan lokasi evakuasinya sedang dipersiapkan,” kata Erwiandi.

Menurutnya, meskipun curah hujan di wilayah Aceh Selatan pada Minggu 8 Januari 2017 sudah mulai mereda, namun ancaman banjir khusus untuk wilayah Trumon Raya masih mengancam. Hal itu disebabkan karena banjir yang terjadi di wilayah tersebut disamping disebabkan karena luapan sungai juga disebabkan oleh banjir kiriman dari Kutacane, Aceh Tenggara dan Sungai Gelombang Pemko Subulussalam.

“Banjir di Trumon berbeda dengan banjir di wilayah Kluet Raya. Sebab banjir wilayah Kluet Raya murni karena meluapnya Sungai (Krueng) Kluet. Sedangkan di Trumon Raya, jikapun wilayah tersebut tidak turun hujan tapi banjir juga tetap datang karena kiriman dari Aceh Tenggara dan Subulussalam serta Aceh Singkil. Makanya penanganan banjir terhadap Trumon Raya berbeda dengan wilayah lainnya di Aceh Selatan,” ungkapnya. [Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *