,

Koordinator Tim Pemantau Otsus Aceh Turut Berduka Atas Musibah Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Timur

PEUREULAK – Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez mengucapkan belasungkawa atas musibah kebakaran sumur penambangan minyak tradisional di Desa Ranto Panyang, Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini juga mengatakan sangat prihatin dengan kejadian seperti itu. Ia berharap keluarga korban bisa tabah menghadapi cobaan dari musibah kebakaran tersebut.

“Yang pertama, saya turun belasungkawa dan prihatin atas musibah ini. Kedua, pemerintah kita minta untuk melakukan upaya-upaya dan langkah nyata agar musibah seperti ini tidak berulang,” ujar H Firmandez.

Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan ini menambahkan, pemerintah harus melakukan sosialisai tentang keselamatan kerja bagi masyarakat penambang minyak tradisional, serta mensosialisasikan UU No 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, agar masyarakat melek hukum dan tidak bermasalah di kemudian hari.

“Ini juga sebenarnya sebuah dilema, karena di satu sisi pengeboran minyak di tambang tradisional tersebut, merupakan mata pencaharian masyarakat. Tapi di sisi lain sangat rawan kecelakaan. Harus ada upaya terbaik dari pemerintah dalam hal ini, bagaimana masyarakat terberdayakan, dan pengeboran minyak bisa dilakukan untuk peningkatan pendapatan,” lanjut H Firmandez.

H Firmandez melanjutkan, kondisi pengeboran yang rawan kecelakaan tak boleh dibiarkan, masyarakat perlu diberikan edukasi, karena produksi minyak bumi dari sumur tua ada acuannya sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 1/2008 tentang Pedoman pengusahaan pertambangan minyak bumi pada sumur tua. Pedoman tata kerja BP Migas No 023/PTK/III/2009 tentang Pengusahaan pertambangan minyak bumi pada sumur tua.

“Solusinya mungkin seperti di beberapa daerah, sumur minyak tradisional dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD), atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan melibatkan partisipasi masyarakat di dalamnya. Jadi masyarakat sekitar sumur minyak terberdayakan dan kecelakaan kerja bisa diminimalisir,” punkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *