,

Konsorsium Tiongkok Investasi Rp5,6 T Bangun PLTA Kluet

TAPAKTUAN – Konsorsium swasta Indonesia dan Tiongkok akan menginvestasikan Rp 5,6 triliun dana untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kluet 1 berkapasitas 180 Mega Watt (MW).

Direktur Utama PT Trinusa Energy Indonesia, Ir Muhammad Said Asjari, mengungkapkan mega proyek untuk menambah pasokan energi listrik di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara tersebut saat ini sedang dalam tahapan pengurusan perizinan baik perizinan Analisis Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL) maupun perizinan pinjam pakai kawasan hutan lindung ke Kementerian terkait di Jakarta.

Pihaknya memprediksi, proses pengurusan seluruh perizinan yang dibutuhkan sesuai aturan yang berlaku membutuhkan waktu selama 3 tahun atau ditargetkan akan selesai pada tahun 2018 mendatang.

Setelah seluruh perizinan tuntas, kata Said Asjari, pada tahun 2019 ditargetkan akan dimulai ground breaking. Mega proyek yang dibangun dalam kawasan hutan lindung mulai dari kawasan pegunungan Kecamatan Meukek, Sawang, Samadua, Pasie Raja dan Kluet Tengah dengan luas areal mencapai 440,19 hektar tersebut, ditargetkan selesai serta sudah mulai memproduksi energy listrik pada tahun 2024 mendatang.

Hal itu terungkap dalam acara konsultasi publik terkait studi AMDAL pembangunan PLTA Kluet 1, yang dilaksanakan PT Trinusa Energy Indonesia di Aula Kantor Bappeda, Tapaktuan, Selasa, 31 Mei 2016.

Acara yang di ikuti aktivis LSM, tokoh masyarakat, perwakilan kepala desa, para camat, pejabat TNI/Polri serta sejumlah kepala SKPK terkait tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Selatan, Kamarsyah SSos.

Muhammad Said Asjari menyatakan, pada tahap awal rencana pembangunan PLTA Kluet 1, pihaknya telah mengantongi izin prinsip dari Bupati Aceh Selatan Nomor : 536/156/II/2016 tanggal 24 Februari 2016.

Selain itu, pihaknya juga telah mengantongi rekomendasi izin pemanfaatan ruang dari Bupati Aceh Selatan dan surat keterangan dari Bappeda Aceh Selatan yang menjelaskan bahwa areal PLTA berada di dalam kawasan hutan lindung menurut peta kawasan hutan dan konservasi perairan dan rencana PLTA berdasarkan draft RTRW Kabupaten Aceh Selatan 2015-2035.

Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Kebersihan dan Pertamanan (KPDLKP) Aceh Selatan juga telah mengeluarkan perintah untuk menyusun dokumen AMDAL melalui suratnya yang dilayangkan tanggal 26 Februari 2016 lalu. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Aceh pada tanggal 22 Maret 2016 juga telah menetapkan peruntukan ruang untuk pengembangan pembangkit tenaga listrik sesuai Qanun Aceh Nomor : 19 tahun 2013 tentang RTRW Aceh tahun 2013-2033.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *