,

Komplotan Pencuri Emas Dibekuk di Rumah Sakit

TAPAKTUAN – Kawanan pencuri emas yang menyaru sebagai pembeli di Toko Amin Setia, Jalan Merdeka, Kota Tapaktuan, ditangkap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yulidin Away Tapaktuan, Sabtu, 21 Januari 2017.

Penangkapan dilakukan setelah hampir 1,5 jam diburu polisi. Pelaku pertama yang diketahui bernama Sribulan asal Medan Sumatera Utara dibekuk sekitar pukul 13.30 WIB. Berselang sekitar 30 menit kemudian petugas kembali berhasil membekuk pelaku kedua yakni juga seorang perempuan asal Pekanbaru, Riau bersama seorang bayi dalam gendongannya.

Sebelumnya, setelah melancarkan aksinya para pelaku langsung kabur dengan mengendarai Mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1424 VR. Saat mencoba melarikan diri tersebut sebenarnya para pelaku sudah berhasil kelaur dari Kota Tapaktuan.

Namun dengan kesigapan petugas kepolisian yang langsung menutup akses ruas jalan lintasan Nasional Tapaktuan – Blang Pidie, akhirnya para pelaku terpaksa harus berputar arah kembali lagi ke arah Kota Tapaktuan hingga akhirnya bersembunyi di kompleks RSUD YA.

Saat hampir sampai di depan Mapolsek Kecamatan Samadua petugas kepolisian sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk menghentikan laju mobil pelaku dalam kecepatan tinggi.

Namun para pelaku yang belakangan diketahui berjumlah empat orang, yakni dua orang perempuan paruh baya pelaku pencurian emas, satu orang laki-laki dewasa pengendara mobil dan satu orang lagi bayi justru berputar arah kembali ke Kota Tapaktuan. Karena mengetahui posisi mereka sudah semakin terdesak diburu petugas, akhirnya mereka memilih masuk ke kompleks RSUD YA di Desa Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan.

Sesampai di kompleks RSUD YA mereka memarkirkan mobilnya di bagian belakang rumah sakit persis dibelakang ruang kamar jenazah. Kemudian mereka turun dan mobil yang dalam kondisi sudah terkunci ditinggalkan dilokasi. Untuk mengelabui petugas yang sedang memburu mereka, para pelaku berpencar serta berpura-pura sebagai keluarga pasien berbaur dengan masyarakat.

Puluhan petugas kepolisian yang sudah mengepung kompleks RSUD YA awalnya sempat mengalami kendala mencari keberadaan pelaku. Untuk menghindari para pelaku melarikan diri, petugas menutup seluruh pagar dan melarang kendaraan maupun orang keluar masuk rumah sakit untuk sementara waktu. Petugas kepolisian menyisir setiap ruangan yang ada di rumah sakit tersebut khususnya ruang rawat inap. Seluruh keluarga pasien di perintahkan keluar dari setiap ruangan.

Setelah dilakukan upaya pencarian, akhirnya pelaku pertama bernama Sribulan berhasil di bekuk di Gedung Pusat Administrasi dan Poli Klinik RSUD YA. Berselang sekitar 30 menit kemudian petugas kembali membekuk pelaku kedua di sebuah warung kecil yang berada di samping pagar RSUD YA.

Menurut keterangan beberapa saksi mata di lokasi, keberadaan pelaku kedua tersebut terungkap dari aksinya yang mencoba merebut jilbab dari salah seorang keluarga pasien. Aksi itu dia lakukan karena permintaan pelaku yang meminta menukar jilbab tidak diindahkan oleh salah seorang keluarga pasien tersebut.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Iptu Darmawanto membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap pelaku pencurian emas di Toko Amin Setia, setelah diburu oleh petugas di kompleks RSUD YA Tapaktuan.

“Alhamdulillah saat ini seluruh pelaku yang berjumlah tiga orang ditambah satu orang bayi sudah berhasil ditangkap. Petugas juga telah berhasil mengamankan barang bukti kalung emas seberat 5 mayam dari tangan pelaku dan satu unit Mobil Toyota Avanza Veloz warna hitam BK 1424 VR. Sekarang ini seluruh pelaku bersama barang bukti sudah dibawa ke Mapolres Aceh Selatan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Darmawanto.

Awalnya, kata Darmawanto, petugas menangkap dua perempuan bersama seorang anak bayi di lokasi terpisah dalam kompleks RSUD YA. Setelah dikorek informasi keberadaan pelaku satu lagi yakni seorang laki-laki pengendara mobil, akhirnya pelaku ketiga tersebut juga kembali berhasil ditangkap berseleng beberapa jam kemudian.

Saat ditanya identitas lengkap para pelaku termasuk motif pencurian, Darmawanto mengaku sejauh ini pihaknya belum mendapat data secara lebih rinci dari petugas karena anggotanya yang terlibat dalam perburuan pelaku sebagian masih di lapangan dan sebagian lagi sedang melakukan proses pemeriksaan terhadap para pelaku.

“Untuk data lengkapnya belum ada karena petugas masih sedang bekerja di lapangan. Terhadap para pelaku ini akan dilakukan proses pemeriksaan terlebih dahulu untuk ditentukan statusnya apakah langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” pungkasnya.[Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *