Komisioner KIP Saudara Kandung Caleg, Pleno Rekapitulasi Suara Diprotes

0
210

TAPAKTUAN – Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu tahun 2019 tingkat Kabupaten Aceh Selatan yang dibuka Kamis malam, 2 Mei 2019 di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, diprotes sejumlah saksi.

Pasalnya, salah seorang komisioner KIP Aceh Selatan, Yusrizal memiliki hubungan sedarah (saudara kandung) salah seorang Caleg DPRA dapil IX dari PKPI, Hendriyono. Ia diminta dipindahkan dari jabatannya dan dikeluarkan dari arena sidang pleno terbuka tersebut, untuk mewujudkan Pemilu 2019 di daerah itu yang demokratis dan terbebas dari kecurangan.

Aturan penyelenggaraan Pemilu PKPU No. 8 tahun 2019 tentang tata kerja KPU, KPU Provinsi dan KPU kab/kota, pasal 76 huruf b, telah sangat jelas ditegaskan pelarangan ada hubungan saudara sedarah antara komisioner KIP dengan caleg partai politik. Apalagi, KIP Aceh Selatan sampai saat ini belum mengumumkan secara terbuka di media massa dan di tempat umum lainnya terkait status hubungan saudara antara Yusrizal dengan Hendriyono tersebut.

“Secara aturan, seharusnya persoalan ini harus telah diumumkan secara terbuka kepada publik dan dibuat surat resmi, tapi sampai saat ini langkah itu seperti terkesan sengaja diabaikan. Kita harus meluruskan dulu aspek hukum atau yuridisnya, sebelum memasuki aspek teknis menghitung angka-angka. Sehingga caleg yang terpilih nantinya benar-benar sosok yang berintegritas,” ujar salah seorang saksi.

Menanggapi persoalan itu, komisioner KIP Aceh Selatan Edy Syahputra menjelaskan bahwa terkait status hubungan sedarah yang dipersoalkan tersebut, merupakan persoalan yang terpisah dengan rapat pleno terbuka yang sedang berlangsung. Pihaknya mempersilahkan para pihak yang merasa keberatan terkait hal itu, untuk melaporkannya ke instansi berwenang seperti Panwaslih dan DKPP.

“Itu ranahnya Panwaslu dan DKPP, kalau tetap dipersoalkan saat ini maka rapat pleno ini tak kunjung selesai. Kita harus memilah-milah persoalan, sehingga rapat pleno ini dapat terus berjalan dengan lancar,” ujar Edy Syahputra.

Terkait integritas komisioner KIP Aceh Selatan diragukan gara-gara persoalan itu, ia kembali mengajak seluruh saksi dan pihak terkait lainnya agar secara bersama-sama mengikuti proses rekapitulasi penghitungan suara dengan penuh ketelitian dan kecermatan.

“Mari sama-sama kita hitung suara secara cermat, jika ada kekeliruan dan kesalahan sama-sama kita luruskan. Jika ada pelanggaran mari kita biasakan menempuh prosedur hukum yang berlaku sesuai jalurnya masing-masing,” tandas Edy.

Sementara Ketua KIP Aceh Selatan, Saiful menyatakan bahwa sesuai aturan PKPU Nomor 8 tahun 2018 pasal 36, jelas tidak ada perintah harus dikeluarkan komisioner KIP memiliki hubungan saudara dengan caleg dari ruang rapat pleno terbuka. Dalam aturan, kata dia, hanya diperintahkan untuk di umumkan ke publik.

“Pengumuman dalam rapat pleno sudah dilakukan oleh Yusrizal. Tinggal saja pengumuman di media massa dan tempat umum serta surat resmi. Nanti akan kami perintahkan untuk membuat surat resmi dan diumumkan ke publik,” kata Saiful.[HM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here