,

Komisi X DPR RI Apresiasi Loncatan Akreditasi Unsyiah

BANDA ACEH – Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja (Panja) Kelembagaan dan Akreditasi Prodi Perguruan Tinggi Komisi X DPR RI ke Provinsi Aceh Marlinda Irwanti mengapresiasi capaian prestasi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Darussalam, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, yang mendapatkan loncatan akreditasi, dari semula akreditasi C menjadi akreditasi A.

Menurut politisi Golkar yang juga istri mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh ini, prestasi Unsyiah penting untuk bisa dicontoh untuk perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Marlinda mengungkapkan, ada faktor lain yang dimiliki Unsyiah, namun belum dimiliki oleh perguruan tinggi lainnya di Indonesia, yaitu leadership. Marlinda pun menjelaskan, pada tahun 2013 Unsyiah akreditasinya masih C, kemudian pada tahun 2015 mendapat akreditasi A.

“Faktor tersebut selain adanya peran leadership, dimana rektor memiliki peran penting mengajak seluruh dosen dan tenaga pendidik lainnya untuk bekerjasama menggapai nilai akreditasi tersebut,” puji Marlinda saat pertemuan dengan jajaran rektor dan civitas akademik Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Kamis, 13 September 2018.

Hal lainnya juga karena mendapatkan kucuran dana dari Islamic Development Bank (IDB) berjumlah 3 juta dolar AS. Berkat adanya bantuan dana tersebut, akhirnya Unsyiah dapat meningkatkan akreditasinya menjadi A. Mengingat salah satu kendala terpenting dalam meningkatkan akreditasi institusi adalah dana yang nantinya akan digunakan untuk menambah sejumlah sarana prasarana, dan pelatihan sumber daya manusianya.

“Mendapatkan bantuan untuk kelembagan yaitu berupa peralatan, pembangunan sarana prasarana, dan pelatihan SDM. Sebenarnya bantuan perguruan tinggi tidak hanya melalui APBN atau APBD, tapi juga bisa melalui lembaga-lembaga donor lain dari luar negeri. Tetapi semua melalui Kemenristekdikti dan Unsyiah mendapatkan 3 juta dolar dari IDB Loan. Itu luar biasa, dan  akhirnya C menjadi A,” lanjut Marlinda.

Marlinda menjelaskan kunjungan Panja Kelembagaan dan Akreditasi Prodi Perguruan Tinggi Komisi X DPR RI ke Aceh untuk melihat permasalahan secara langsung dan mendasar terkait persoalan akreditasi prodi dan akreditasi institusinya.

Menurutnya, hal ini menjadi sangat penting. Mengingat dari jumlah 4 ribu lebih perguruan tinggi di Indonesia, namun hanya sekitar 4 persen yang memiliki akreditasi institusinya A, dan ribuan lainnya yang akreditasi prodi dan perguruan tingginya masih C.

Bahkan, tambah Politisi Partai Golkar itu, ada banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta yang belum memiliki akreditasi. Parahnya juga menurut informasi terkini, ada sekitar 600 lebih perguruan tinggi swasta yang dilakukan penutupan atau merger karena tidak memiliki akreditasi, baik akreditasi prodi maupun instistusinya.

Turut hadir dalam Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja Kelembagaan Dan Akreditasi Prodi Perguruan Tinggi Komisi X DPR RI ke Provinsi Aceh diantaranya Anggota Komisi X DPR RI Mudjib Rohmat (F-PG), Anwar Idris (F-PPP), Iwan Kurniawan (F-Gerindra) dan Mustafa Kamal (F-PKS).[rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *